EMPAT LAWANG, SUARAPUBLIK.ID – Cuaca panas ekstrem yang melanda Kabupaten Empat Lawang mendorong tiga instansi, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Dinas Kesehatan (Dinkes), mengeluarkan imbauan bersama kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi angin kencang dan cuaca kering.
Kepala BPBD Kabupaten Empat Lawang, Zulfitri, menegaskan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Menurutnya, tindakan tersebut dapat berujung pada proses hukum.
“Apabila ada masyarakat yang dengan sengaja membakar lahan, akan ditindak oleh pihak berwenang dan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Zulfitri.
Sementara itu, Kepala Damkar Kabupaten Empat Lawang, Fajar, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel dan armada untuk membantu penanganan apabila terjadi kebakaran, khususnya yang mengancam kawasan permukiman.
“Kami siap memberikan dukungan penuh kepada BPBD. Jika ada laporan karhutla, terutama yang sudah mendekati permukiman warga, personel akan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyekatan dan pemadaman api,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, Deri Kurniawan, turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan di tengah cuaca panas yang menyengat dan mengantisipasi kemungkinan munculnya kabut asap.
Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, memperbanyak minum air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.
Ketiga instansi berharap masyarakat ikut berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak membakar lahan dan segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api di kawasan hutan maupun lahan kosong agar dapat ditangani sebelum meluas.
Penulis : Yun
Editor : Jaks

















