Terkait Peredaran Pupuk Palsu, Dinas Pertanian Belum Dapat Petunjuk dan Edaran

- Redaksi

Senin, 3 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Pertanian Kota Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

Kantor Dinas Pertanian Kota Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Dinas Pertanian Kota Pagar Alam mengaku belum mendapat petunjuk berupa edaran terkait peredaran pupuk palsu. Hal ini menyikapi, curhatan Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait adanya peredaran pupuk palsu yang dilakukan oleh 27 perusahaan.

Akan tetapi, kendati demikian, Dinas Pertanian Kota Pagar Alam tak tinggal diam. Lantaran dikhawatirkan pupuk palsu tersebut beredar di wilayah Pagar Alam.

Sementara pihak Dinas Pertanian Kota Pagar Alam belum mendapat petunjuk jenis atau merek pupuk palsu tersebut, Atau edaran dari pusat atau Distan Provinsi Sumsel.

“Kita belum mendapatkan edaran terkait pupuk palsu yang merugikan petani hingga 3,2 triliun dari pihak Distan Provinsi Sumsel,” ujar Kabid Produksi dan Sapras Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, Sulhadi.

Kendati demikian, berita viral beredar pupuk palsu yang dibeberkan Kementan RI sudah ditindaklanjuti ke lapangan oleh pihak Distan Kota Pagar Alam.

“Sudah kita sosialisasikan ke PPL, penyuluh untuk disampaikan ke petani untuk jeli membeli pupuk, khususnya yang non subsidi,” katanya.

Ia mengatakan, Demikian juga kepada pihak kios atau agen resmi penju pupuk subsidi. “Pihak kios juga sudah kita sampaikan, jangan sampai menjual pupuk palsu kepada petani,” imbuh Sulhadi.

Dia mengaku, untuk jenis dan merek pupuk yang beredar sangat banyak. Jadi, untuk sementara ini belum bisa memgetahui mana yang palsu dan mana yang asli.

Sejauh ini, masyarakat petani cukup ketergantungan dengan pupuk subsidi. Yang mana, produsennya sudah jelah oleh perusahaan BUMN, Seperti Urea pabrikan PT Pusri, Juga NPK Phonska pabrikan Petrokimia Gresik atau lainnya.

Berbeda dengan pupuk non subsidi. Produksi pupuk yang harganya tinggi ini notabanenya diproduksi perusahaan swasta. Seperti halnya disampaikan oleh Kementan RI.

“Bahkan, untuk pupuk non subsidi justru ada yang impor dengan sebutan negara Rusia atau Jerman,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Warning Bagi Pelaku Usaha Rongsokan Pagar Alam,Pasca Kebakaran Disimpang Kerte Diwe Izin Dan Dampak Lingkungan Kini Disorot
670 PPPK Pagar Alam Digembleng Kenali Nilai dan Etika, Wako Ludi: Disiplin Adalah Cerminan Loyalitas dan Kejujuran
Malam Minggu Mencekam Di Pagar Alam, Gudang Rongsokan Terbakar, 10 Jam Baru Padam
Tak Lagi Semrawut! Pemkot Pagar Alam Godok RDTR, Cegah Banjir, Macet, dan Pembangunan Liar
Tak Berkutik! Polres Pagar Alam Gerebek Dua Lokasi, Sabu 1,47 Gram dan Senjata Tajam Diamankan
Hapus Stigma Pilihan Kedua Atau Sekolah Alternatif, LPM NU Beri Suntikan Motivasi Para Guru NU Di Pagar Alam
Dewan Serahkan Banyak PR Untuk Pemkot Pagar Alam, Hasil Reses Tiga Dapil Tahap II T
Bukan Wacana! Pagar Alam Menuju Kemandirian Ekonomi, Wako Ludi Bahas Pendirian BUMD Bersama Profesor Unsri

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Warning Bagi Pelaku Usaha Rongsokan Pagar Alam,Pasca Kebakaran Disimpang Kerte Diwe Izin Dan Dampak Lingkungan Kini Disorot

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:52 WIB

670 PPPK Pagar Alam Digembleng Kenali Nilai dan Etika, Wako Ludi: Disiplin Adalah Cerminan Loyalitas dan Kejujuran

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Malam Minggu Mencekam Di Pagar Alam, Gudang Rongsokan Terbakar, 10 Jam Baru Padam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Tak Lagi Semrawut! Pemkot Pagar Alam Godok RDTR, Cegah Banjir, Macet, dan Pembangunan Liar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Tak Berkutik! Polres Pagar Alam Gerebek Dua Lokasi, Sabu 1,47 Gram dan Senjata Tajam Diamankan

Berita Terbaru