Suspend Dicabut, Kemenag dan Kemenhaj Saudi Bahas Teknis Umrah

- Redaksi

Minggu, 28 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Arab Saudi telah mencabut suspend penerbangan dari Indonesia. Terhitung mulai 1 Desember 2021, warga Tanah Air bisa langsung terbang ke Arab Saudi tanpa harus transit ke negara ketiga.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief memastikan edaran yang diterbitkan otoritas penerbangan Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), tertanggal 25 November 2021 ini, juga berlaku untuk penerbangan jemaah umrah.

Namun demikian, lanjut Hilman, bukan berarti keberangkatan jemaah umrah bisa langsung dilakukan pada 1 Desember 2021. Sebab, masih ada proses persiapan yang harus dilakukan, antara lain terkait pendataan jemaah, paket layanan, dan pengurusan visa.

“Menindaklanjuti dicabutnya suspend penerbangan, Kementerian Agama RI dan Kementerian Haji Saudi akan membahas teknis penyelenggaraan umrah,” ujar Hilman yang saat ini masih berada di Arab Saudi, Minggu (28/11/2021).

“Saya dan tim Konsul Haji KJRI Jeddah dijadwalkan hari ini membahas dan mendiskusikan skenario penyelenggaraan umrah bersama Kementerian Haji dan Umrah Saudi,” sambungnya.

Hilman menjelaskan, pihaknya dalam pertemuan itu akan memaparkan kesiapan Indonesia dan skenario pemberangkatan jemaah umrah di masa pandemi. Skenario tersebut antara lain berkenaan dengan one gate policy (kebijakan satu pintu), skema karantina, validasi sertifikat vaksin dan hasil PCR, manasik umrah di masa pandemi, serta lainnya.

“Dengan Kemenhaj Saudi, kita juga akan bahas skema dan durasi waktu karantina di Saudi, proses pengurusan visa, paket layanan, termasuk jadwal pergerakan dan masa tinggal jemaah selama di Tanah Suci,” jelas Hilman.

Dirjen PHU berharap, skenario bersama ini bisa segera disepakati sehingga dapat menjadi panduan bagi pemerintah, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), dan juga jemaah umrah.

“Semoga jemaah umrah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ziarah ke Tanah Suci,” harap Hilman. (Rel)

Berita Terkait

7.951 TK/TPA Segera Daftar Sipdarlpq, akan Tercatat di Kemenag
Ongkos Haji Naik, Kemenag Sumsel Minta Calon Jemaah Tunggu Putusan
Biaya Haji 2022 Rp39,8 Juta per Jemaah
Arab Buka Peluang 1 Juta Jemaah Haji, Belum Izinkan Lansia
1 Ramadan Jatuh pada Minggu 3 April 2022
Hilal 1 Ramadan Tak Terlihat di 101 Titik Pengamatan
Ini Label Halal Baru yang Dikeluarkan Kemenag
Muhaimin: Ubah Aturan Adzan Sama Saja Otak Atik Agama Islam

Berita Terkait

Senin, 27 Februari 2023 - 20:10 WIB

7.951 TK/TPA Segera Daftar Sipdarlpq, akan Tercatat di Kemenag

Selasa, 24 Januari 2023 - 20:34 WIB

Ongkos Haji Naik, Kemenag Sumsel Minta Calon Jemaah Tunggu Putusan

Kamis, 14 April 2022 - 17:28 WIB

Biaya Haji 2022 Rp39,8 Juta per Jemaah

Sabtu, 9 April 2022 - 14:25 WIB

Arab Buka Peluang 1 Juta Jemaah Haji, Belum Izinkan Lansia

Jumat, 1 April 2022 - 19:37 WIB

1 Ramadan Jatuh pada Minggu 3 April 2022

Berita Terbaru

Foto : kepala Karantina sumsel Sri Endang Ekandari

Kota Palembang

Karantina Sumsel dan IPC Perkuat Sinergi Logistik Ekspor

Senin, 29 Jun 2026 - 21:02 WIB