Ongkos Haji Naik, Kemenag Sumsel Minta Calon Jemaah Tunggu Putusan

- Redaksi

Selasa, 24 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi naik haji.
Foto: net

Ilustrasi naik haji. Foto: net

SUARAPUBLK.ID, PALEMBANG – Pemerintah pusat berencana akan menaikan biaya perjalanan haji (Bipih) 1444 H/2023 M, menjadi Rp 69.193.733,6 per jemaah.

Kenaikan ini hampir dua kali lipat dibanding tahun 2022. Biaya tersebut, 70 persen dari usulan rata-rata biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2023 yang diusulkan sebesar Rp98.893.909,1.

Di tahun sebelumnya, BPIH sebesar Rp 98.379.021,09 dengan komposisi Bipih sebesar Rp 9.886.009,00 atau sekitar 40,54 persen dari BPIH, dan nilai manfaat sebesar Rp 58.493.012,09.

Kepala Kemenag Wilayah Sumatra Selatan, Syafitri Irwan mengatakan, pada dasarnya kenaikan tarif ongkos haji naik tidak signifikan yakni sebesar Rp 500 ribu.

“Kenaikan tarif ongkos haji itu sebenarnya tidak begitu signifikan yakni hanya Rp500 ribu saja, dari sebelumnya Rp 98,3 juta menjadi Rp98,8 juta. Terkait pembayaran, Kemenag mengusulkan 70 persen. Tapi ini kan baru usulan ke DPR. Tinggal tunggu respon atas putusan hasil usulan tersebut,” kata Irwan, Selasa (24/1/2023).

Karena itu, sembari menunggu ketetapan DPR, pihaknya berharap masyarakat, khususnya calon jemaah haji untuk menunggu dengan sabar.

“Itu kan baru usulan, kita berdoa saja, agar pembayaran itu bisa 35 persen, 40 persen atau 50 persen saja. Semoga DPR bisa mengambil keputusan ongkos haji dengan tidak memberatkan calon jemaah nantinya,” jelasnya.

Ia juga meminta calon jemaah haji yang masih menunggu keberangkatan tahun ini tidak resah dengan pemberitaan tersebut.

Syafitri mengungkapkan, adanya pemberitaan itu sampai saat ini tidak menyurutkan niat calon jemaah haji. Bahkan belum ada laporan calon jemaah yang undur diri.

“Sebenarnya kalau terkait calon jemaah menarik diri dari keberangkatan haji tahun ini tidak begitu terpengaruh dengan pemberitaan ini. Tapi menarik diri juga sebenarnya sudah begitu sejak dulu, contohnya karena ada jemaah yang meninggal atau sakit. Tren seperti itu tetap ada. Tapi itu tidak bisa menjadi tolak ukur,” terangnya.

Syafitri juga menjelaskan bahwa kuota haji untuk Sumsel masih 7.000an calon jemaah haji. Jika ditambah dengan Babel, maka kuotanya bisa menjadi 8.000an calon jemaah haji.

“Jadi kami imbau agar masyarakat berdoa agar DPR bisa mengambil langkah-langkah konkret terkait ongkos haji tahun ini,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian
Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah
Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet
Tiba di RS Bhayangkara, Korban Selamat Bus ALS Segera Jalani Perawatan Intensif
Diduga Terjadi Korsleting Listrik Lapak Di Pasar 16 Ilir Hangus Terbakar 
Keluarga Korban Bus ALS Asal Lampung Syok, Keberangkatan Sempat Tertunda Sebelum Tragedi di Muratara

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:54 WIB

Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:50 WIB

Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet

Berita Terbaru

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru saat diwawancarai langsung, Senin (9/6/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

Herman Deru Segera Usulkan Plt Bupati Muara Enim Pasca OTT KPK

Selasa, 9 Jun 2026 - 17:43 WIB