Keluarga Korban Bully Minta Keadilan, Kepala Sekolah Belum akan Beri Sanksi bagi Pelaku

Empat Lawang57 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Dikonfirmasi Kepsek SMP 2 Kecamatan Muara Pinang, Marnita mengatakan, jika kejadian video viral yang diduga bully itu sebenarnya di luar jam sekolah yakni saat hari Minggu.

Namun pihaknya memastikan akan memanggil kedua belah pihak untuk dimediasi.

“Kalau untuk sanksi belum kami berikan karena mau berkoordinasi dengan dinas pendidikan terlebih dahulu, guna mengambil langkah selanjutnya,” pungkasnya.

Ia menambahkan, saat ini siswi yang jadi korban bully tersebut masih dirawat. “Dia juga mendapat pendampingan dari dinas perlindungan anak,” tandasnya.

Sementara, menurut pihak keluarga, korban mengalami sakit di dada, kaki, bahu dan kepala, akibat dianiya oleh pelaku, hingga saat ini korban belum bisa berjalan. Korban mengalami trauma, sering menangis histeris tanpa sebab.

Kakak korban meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku yang telah menganiaya adiknya.

“Kami minta Bapak Bupati, Bapak Kapolres, Kapolda, Kapolri dan Bapak Jokowi untuk segera memproses pelaku penganiaya adik saya. Jangan karena kami anak yatim, miskin proses hukumnya lama dan malah tidak diproses,” pinta Meka Puspita, kakak kandung korban, pada Senin 23 Januari 2023 lalu, di Puskesmas Muara Pinang.

Menurut Meka, adiknya saat ini sudah mendapat perawatan di Puskesmas Muara Pinang akibat penganiayaan yang dilakukan oleh kedua pelaku, FL dan PN.

“Adik kami mengeluh sakit di dada, kaki dan perut. Ini sudah ke tiga kalinya adik kami masuk ke rumah sakit pasca dianiaya. Adik kami mengalami trauma,” sambung Meka ditemani Ibu dan saudara korban. (*)

Komentar