Herman Deru: BBM Subsidi Itu Hak Warga Kurang Mampu dan Kendaraan Niaga

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel, Herman Deru saat ditemui di Griya Agung, Rabu (10/6/2026). Foto: Tia

Gubernur Sumsel, Herman Deru saat ditemui di Griya Agung, Rabu (10/6/2026). Foto: Tia

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID  — Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menegaskan jika alokasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, merupakan hak mutlak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta sektor angkutan niaga.

 

Pernyataan tersebut dikeluarkan menyusul kebijakan Pertamina Patra Niaga yang menaikkan harga jual Pertamax dari Rp 12.600 menjadi Rp 16.250 per liter, demi menyesuaikan harga pasar keekonomian global.

 

“Jadi sebenarnya masalah BBM naik itu tergantung ICP. Apalagi Pertamax merupakan BBM non-subsidi. Kalau harga internasional minyak naik, tentu akan ada penyesuaian. Yang penting BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak naik,” ujar Deru saat ditemui di Griya Agung, Rabu (10/6/2026).

 

Merespons potensi lonjakan antrean kendaraan di SPBU akibat peralihan konsumsi, Deru mengetuk kesadaran para pemilik kendaraan pribadi yang masuk kategori mapan, untuk tidak mengambil jaminan energi bagi warga miskin.

 

“Secara formal saya belum menerima suratnya. Tapi sekarang kita mengajak semua pemilik kendaraan, kalau merasa tidak layak menggunakan BBM subsidi, jangan mengisi BBM subsidi. Karena subsidi itu memang hak masyarakat yang berhak, termasuk kendaraan niaga dan kelompok yang membutuhkan,” katanya.

 

Selain itu, ia juga menuturkan terkait potret perekonomian Sumatra Selatan secara makro masih menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan kenaikan harga sejumlah barang baku.

 

“Kalau mengacu pada data statistik, pertumbuhan ekonomi kita baik-baik saja, masih tumbuh di atas lima persen. Angka kemiskinan juga menurun,” tuturnya.

 

Ia menyebut jika penguatan nilai dolar Amerika Serikat, tidak serta merta membawa dampak buruk secara menyeluruh bagi sendi ekonomi kerakyatan di wilayahnya.

 

Sebab, situasi pelemahan nilai tukar domestik tersebut justru memberikan keuntungan insidental bagi para petani karet lokal yang mencatatkan kenaikan harga jual komoditas pada pasar ekspor.

 

Kendati iklim usaha berjalan dinamis, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan berkomitmen penuh untuk terus menjalankan program intervensi pasar guna memproteksi kemampuan daya beli publik agar tetap aman.

 

“Kita ingin secara umum kondisi tetap stabil, sehingga daya beli masyarakat tidak turun dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Alhamdulillah inflasi juga masih terkendali,” tutupnya.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan
Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan
Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas
IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga
Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD
Pendampingan Kader Posyandu Palembang Dalam Lomba SE Sumsel 
Bawa Senpira Saat Konvoi Bermotor, Pelajar SMK Gajah Mada Palembang Diamankan Polisi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kebahagiaan Kemerdekaan bagi 19 Anak Panti Asuhan Yunida Rizki
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:51 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:28 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD

Berita Terbaru

pendidikan

Pancasila dalam Langkah Hidupku

Minggu, 23 Agu 2026 - 14:49 WIB