Sumsel Catat 1.416,9 Hektare Karhutla Terjadi hingga Agustus 2025, Ogan Ilir Terluas

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla yang terjadi di Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin. Foto: BPBD Sumsel

Karhutla yang terjadi di Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin. Foto: BPBD Sumsel

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sepanjang Januari hingga 10 Agustus 2025 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan tercatat seluas 1.416,9 hektare, Kabupaten Ogan Ilir penyumbang terbesar.

Mayoritas kebakaran terjadi di lahan mineral dengan luas 1.381,9 hektare, sementara lahan gambut yang terdampak mencapai 35 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ferdian Kristanto menyampaikan data tersebut merupakan hasil analisis citra satelit yang dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta kementeriannya.

“Lima wilayah di Sumatera Selatan mencatatkan luasan karhutla tertinggi, yakni Ogan Ilir, Musi Banyuasin, OKU, Musi Rawas, dan Muara Enim,” ujar Ferdian pada, Rabu (20/8/2025).

Ogan Ilir lokasi kebakaran terluas, yakni tercatat seluas 317 hektare, seluruhnya terjadi di lahan mineral. Disusul Musi Banyuasin dengan 314,2 hektare yang terdiri dari 305,2 hektare lahan mineral dan 8,9 hektare lahan gambut. Di OKU, tercatat 190,4 hektare terbakar, seluruhnya di lahan mineral.

Sementara itu, karhutla di Musi Rawas mencapai 151,7 hektare dan di Muara Enim 101,8 hektare—dengan rincian 90,9 hektare lahan mineral dan 11 hektare gambut.

Wilayah lain dengan tingkat kebakaran di bawah 100 hektare antara lain Empat Lawang (89,3 ha), OKI (65,5 ha), PALI (63 ha), Musi Rawas Utara (50,2 ha), Lahat (36,6 ha), OKU Timur (15,8 ha), Banyuasin (13,2 ha), Lubuklinggau (5,9 ha), dan Pagar Alam (2,1 ha).

Ia mengatakan, sejumlah wilayah tidak terdeteksi adanya karhutla seperti di wilayah Prabumulih, OKU Selatan, dan Palembang berdasarkan pengamatan citra satelit.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, luas karhutla pada 2025 menunjukkan penurunan signifikan.

Pada 2021 tercatat 2.003,2 hektare, lalu meningkat pada 2022 menjadi 2.769,5 hektare. Angka tertinggi terjadi pada 2023 dengan luas kebakaran mencapai 4.162,3 hektare, kemudian menurun menjadi 3.160,3 hektare di tahun 2024.

“Penurunan ini menunjukkan adanya dampak dari upaya mitigasi dan pengendalian yang terus dilakukan secara kolaboratif,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tim Gabungan Polda Sumsel Lakukan Identifikasi Jasad Mr. X yang Ditemukan Mengapung di Sungai Musi
Grebek Ruko di Banyuasin, Polda Sumsel Amankan Puluhan Ribu Botol Miras Palsu Senilai Ratusan Juta
Kasi Pidsus Kejari Banyuasin Giovani, SH., MH Jadi Narasumber Pelatihan Dasar CPNS 2026
Pidsus Kejari Banyuasin Tahan Kades Aktif Dua Periode Sebokor, Diduga Korupsi Dana Desa Rp418 Juta
Warga Kenten Laut Somasi PERUMDA PDAM Tirta Betuah Banyuasin: 10 Tahun Air Mengalir Tanpa Kepastian
Kisah “Kebucinan” di Balik Gurihnya Pempek Abin Anisa, Lewat Marketplace Dilirik Hingga Mancanegara
Catat Jadwalnya! Tol Palembang-Betung Berlakukan Sistem Buka Tutup Mulai Akhir Januari
Jalan Rusak Berlumpur di Talang Buluh Hambat Aktivitas Warga Perbatasan Banyuasin–Palembang

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:01 WIB

Tim Gabungan Polda Sumsel Lakukan Identifikasi Jasad Mr. X yang Ditemukan Mengapung di Sungai Musi

Kamis, 16 April 2026 - 20:46 WIB

Grebek Ruko di Banyuasin, Polda Sumsel Amankan Puluhan Ribu Botol Miras Palsu Senilai Ratusan Juta

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:40 WIB

Kasi Pidsus Kejari Banyuasin Giovani, SH., MH Jadi Narasumber Pelatihan Dasar CPNS 2026

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:45 WIB

Pidsus Kejari Banyuasin Tahan Kades Aktif Dua Periode Sebokor, Diduga Korupsi Dana Desa Rp418 Juta

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:59 WIB

Warga Kenten Laut Somasi PERUMDA PDAM Tirta Betuah Banyuasin: 10 Tahun Air Mengalir Tanpa Kepastian

Berita Terbaru