Stok Beras Premium Menipis, Pemprov Sumsel Sidak Pasar dan Cek Pabrik

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stok Beras Premium Menipis, Pemprov Sumsel Sidak Pasar dan Cek Pabrik

Stok Beras Premium Menipis, Pemprov Sumsel Sidak Pasar dan Cek Pabrik

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mulai memperketat pengawasan terhadap ketersediaan dan distribusi beras premium di Palembang. Langkah tersebut dilakukan menyusul menurunnya pasokan beras premium di sejumlah jaringan ritel modern.

 

Pemprov Sumsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Polda Sumsel melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi, termasuk gudang ritel modern di kawasan Alang-Alang Lebar, Palembang, Selasa (1/9/2026).

 

Sekda Sumsel Edward Candra mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan stok beras premium mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal.

 

“Kita sudah melihat ketersediaan beras, utamanya beras premium. Memang kalau kita lihat, stok berkurang dari rutin biasanya. Sebab mereka ini mengisi untuk lebih 600 gerai,” kata Edward.

 

Menurut Edward, berkurangnya stok tersebut diduga berkaitan dengan terbatasnya pasokan dari pabrik maupun penggilingan beras. Untuk memastikan penyebabnya, TPID Sumsel bersama Polda Sumsel akan melakukan pengecekan langsung ke tingkat produsen.

 

“Setelah ini TPID juga akan melihat langsung ke pabrik. Kita akan melihat persoalannya seperti apa sehingga ada keterbatasan stok. Ini baru salah satu, mungkin tempat lain menurut informasi juga mengalami keterbatasan,” ujarnya.

 

Pemprov Sumsel, lanjut Edward, akan mengambil sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan beras di tengah masyarakat, salah satunya dengan memperkuat distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

 

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumsel Hengky Putrawan mengatakan, tambahan pasokan SPHP akan didorong melalui depo atau gudang distribusi serta disalurkan langsung kepada masyarakat.

 

“Kita mendorong penambahan beras SPHP, baik yang didistribusikan melalui depo-depo atau gudang maupun ke masyarakat secara langsung. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pendamping atau solusi untuk mendapatkan beras dengan kualitas baik bagi masyarakat,” jelasnya.

 

Hengky menegaskan, kondisi saat ini bukan berarti beras premium menghilang dari pasaran. Namun, volume pasokan yang masuk ke jaringan ritel mengalami penurunan.

 

“Kita tidak bisa mengatakan dibatasi. Sejauh ini barangnya ada, hanya sedikit. Biasanya yang mereka masukkan itu lebih banyak, sekarang berkurang. Barangnya ada, tetapi volumenya berkurang,” katanya.

 

Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan tersebut, Pemprov Sumsel akan meningkatkan distribusi beras SPHP sebagai salah satu alternatif bagi masyarakat. Selain itu, operasi pasar murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) juga akan terus dilaksanakan.

 

“OPM yang telah beberapa kali dilakukan akan terus kita gelar setiap hari. GPM juga tetap dilaksanakan,” ujarnya.

 

Pemprov Sumsel bersama Bank Indonesia (BI) juga menyiapkan sejumlah titik di pasar tradisional sebagai depot penyeimbang. Titik tersebut nantinya diarahkan untuk menyediakan beras SPHP serta beras premium guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

Di sisi lain, Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel Ihsan mengatakan, tingginya harga gabah di tingkat petani turut memberikan tekanan terhadap harga beras yang dihasilkan.

 

Saat ini, harga gabah disebut berada di kisaran Rp7.700 per kilogram. Kondisi tersebut membuat biaya produksi beras premium meningkat setelah memperhitungkan rendemen, pengemasan dan biaya produksi lainnya.

 

“Kalau harga gabah Rp7.700 belum lagi biaya produksi, biaya packing dan lain-lain kalau ditotal, modalnya bisa sekitar Rp16 ribu untuk premium,” kata Ihsan.

 

Menurutnya, tingginya harga gabah menjadi persoalan tersendiri. Di satu sisi, harga tersebut menguntungkan petani, tetapi di sisi lain turut mendorong kenaikan biaya produksi dan harga beras di pasaran.

 

“Harga di pertanian tinggi, di pasaran juga akan tinggi. Seperti buah simalakama,” ujarnya.

 

Ihsan mengatakan, harga gabah sekitar Rp6.500 per kilogram masih lebih memungkinkan bagi Bulog untuk menjaga stabilitas harga beras.

 

Ia juga mengusulkan agar distribusi gabah keluar daerah disesuaikan dengan kondisi pasokan di Sumsel. Saat pasokan dalam daerah terbatas, pengiriman keluar Sumsel dinilai perlu dikendalikan.

 

“Kalau harga naik, sebaiknya stop kirim ke luar daerah. Sedangkan kalau sedang musim panen, silakan jual keluar Sumsel,” katanya.

 

Pemprov Sumsel memastikan pengawasan terhadap rantai pasok beras akan terus dilakukan, termasuk dengan turun langsung ke tingkat produsen. Langkah tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi penyebab berkurangnya pasokan sekaligus menjaga harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat.

Editor : Jaks

Berita Terkait

Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun
Berikan Layanan Prima Dinas Damkarmat dan 9 OPD Terbaik Diganjar Penghargaan, Oleh Walikota Kota Ratu 
Buku Transaksi Jadi Barang Bukti, Polisi Bongkar Dugaan Judi Sabung Ayam di Gandus
HUT ke-75 Humas Polri, Kapolda Sumsel Ajak 42 Jurnalis Berbagi Lewat Donor Darah
Pasutri Diduga Curi Tas di RS Bari Palembang
Rekonstruksi Begal yang Tewaskan Adinda Diperagakan dalam 10 Adegan, Keluarga Minta Pelaku DPO Ditangkap
AHASS Sumsel Bagikan Masker Gratis di Tengah Kabut Asap
Kebakaran Lorong Sabar Palembang Hanguskan 15 Rumah, Korban Hanya Selamatkan Alquran

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Berikan Layanan Prima Dinas Damkarmat dan 9 OPD Terbaik Diganjar Penghargaan, Oleh Walikota Kota Ratu 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Buku Transaksi Jadi Barang Bukti, Polisi Bongkar Dugaan Judi Sabung Ayam di Gandus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:18 WIB

HUT ke-75 Humas Polri, Kapolda Sumsel Ajak 42 Jurnalis Berbagi Lewat Donor Darah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pasutri Diduga Curi Tas di RS Bari Palembang

Berita Terbaru

Pasutri Diduga Curi Tas di RS Bari Palembang

Kota Palembang

Pasutri Diduga Curi Tas di RS Bari Palembang

Selasa, 20 Okt 2026 - 15:17 WIB