Sirene Gedung Ledeng Bangkit, Pemerintah Kota Palembang Aktifkan Kembali Sirine dan Lampu Skylight sebagai Penanda Waktu dan Simbol Sejarah

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) resmi mengaktifkan kembali fungsi Sirine dan Lampu Skylight yang berada di Gedung Kantor Walikota Palembang/Gedung Ledeng. Pengaktifan kembali ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin, 16 Februari 2026.

Langkah ini diambil untuk mengembalikan nilai historis atau marwah dari gedung ikonik tersebut sebagai pusat perhatian kota sekaligus menjadi penanda waktu bagi masyarakat Palembang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang, Kemas Haikal, menjelaskan bahwa pengoperasian sirine ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menjaga identitas kota.

“Sesuai arahan Bapak Walikota, kita ingin mengembalikan tradisi yang sempat melekat di hati masyarakat. Sirine dan Skylight ini adalah simbol sejarah yang bangkit. Selain sebagai ikon, fungsinya sangat praktis sebagai penanda waktu bagi warga yang beraktivitas di sekitar pusat kota,” ujarnya.

Sirine akan berbunyi secara terjadwal untuk menandai beberapa waktu penting, yaitu ketika jam istirahat Senin sampai Kamis pada Pukul 12.00 WIB dan Jumat Pukul 11.30 WIB. Khusus untuk bulan Ramadhan, sirine akan dibunyikan khusus sebagai penanda waktu Imsak dan pada waktu Maghrib lampu Skylight akan dinyalakan sebagai penanda masuknya waktu berbuka puasa atau shalat Maghrib.

Kemas Haikal juga mengimbau masyarakat agar tidak panik saat mendengar sirine pada jam-jam yang telah ditentukan tersebut. Ia menegaskan bahwa sirine terjadwal ini merupakan tanda informasi, bukan keadaan darurat.

“Kami ingin mengedukasi warga bahwa jika mendengar sirine di waktu-waktu tersebut, itu adalah kondisi aman. Namun, kami juga mengingatkan bahwa alat ini tetap berfungsi sebagai Early Warning System (EWS). Jika sirine berbunyi di luar jadwal yang ditentukan secara terus-menerus, warga tetap harus waspada terhadap kemungkinan adanya keadaan darurat atau bahaya,” pungkasnya.

Penulis : Yudiansyah

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah TK hingga SMP di Palembang Beralih ke PJJ
Hilang Kendali, Mobil Avanza Dikendarai Oleh Dokter Muda Ini Nyemplung 
Samsat Menyapa Hadir di Seluruh Kab/Kota Sumsel, Dorong Tertib Administrasi Kendaraan dan Keselamatan Berkendara
Antrean Biosolar Sumsel Memanjang, Distribusi FAME Jadi Sorotan
Ambil HP Korban di Jalan, Basaruddin Divonis 8 Bulan Penjara
Sabu 488,70 Gram, Andrika Divonis 10 Tahun Penjara di PN Palembang
Zero Balap Liar Ratusan Pemuda Deklarasi Tolak Balap Liar
Angkut 10 Ribu Liter Solar Sulingan dari Muba ke Lampung, Dua Sopir Divonis 15 Bulan Penjara

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:16 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah TK hingga SMP di Palembang Beralih ke PJJ

Selasa, 8 September 2026 - 21:11 WIB

Hilang Kendali, Mobil Avanza Dikendarai Oleh Dokter Muda Ini Nyemplung 

Selasa, 8 September 2026 - 18:36 WIB

Samsat Menyapa Hadir di Seluruh Kab/Kota Sumsel, Dorong Tertib Administrasi Kendaraan dan Keselamatan Berkendara

Selasa, 8 September 2026 - 17:08 WIB

Ambil HP Korban di Jalan, Basaruddin Divonis 8 Bulan Penjara

Selasa, 8 September 2026 - 17:06 WIB

Sabu 488,70 Gram, Andrika Divonis 10 Tahun Penjara di PN Palembang

Berita Terbaru