PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Pelayanan Samsat kini lebih aktif mendatangi masyarakat. Melalui program Samsat Menyapa, Tim Pembina Samsat Provinsi Sumatera Selatan turun langsung ke seluruh kabupaten/kota untuk memberikan pelayanan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai tertib administrasi kendaraan dan keselamatan berlalu lintas.
Program yang mengusung tema “Kami Hadir dan Siap Melayani” tersebut berlangsung selama September hingga Desember 2026. Kegiatan ini menjadi langkah Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Polda Sumsel dan PT Jasa Raharja untuk mendekatkan layanan Samsat kepada masyarakat.
Tidak hanya menyampaikan informasi terkait administrasi kendaraan bermotor, petugas juga memberikan edukasi mengenai kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan pentingnya mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru dan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. dalam mendorong pelayanan publik yang lebih dekat, responsif dan humanis.
Samsat Menyapa dilaksanakan Tim Pembina Samsat Provinsi Sumsel yang melibatkan Kepala Bapenda Sumsel Dr. H. Achmad Rizwan, Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol. Robertho Pardede, S.I.K., serta Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumsel Mulkan, S.E., bersama jajaran Samsat di kabupaten/kota.
Kepala Bapenda Sumsel Dr. H. Achmad Rizwan menegaskan, Samsat Menyapa tidak hanya berorientasi pada pelayanan administrasi kendaraan bermotor.
“Samsat Menyapa bukan sekadar kegiatan pelayanan tentang administrasi kendaraan bermotor, tetapi bagaimana kita hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, membangun kesadaran, serta mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan tertib administrasi dan keselamatan berkendara di jalan,” ujarnya.
Menurut Achmad Rizwan, kepatuhan administrasi kendaraan dan keselamatan berkendara memiliki keterkaitan dalam menciptakan ketertiban di jalan.
Karena itu, masyarakat diingatkan untuk memenuhi kewajiban administrasi kendaraan, mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi layak, serta menggunakan perlengkapan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya ketika berkendara.
Kehadiran petugas secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat membuat penyampaian informasi lebih mudah dipahami. Pendekatan humanis juga diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih aktif memanfaatkan layanan Samsat sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas.
Kolaborasi Pemprov Sumsel, Polda Sumsel dan PT Jasa Raharja menjadi kunci pelaksanaan program tersebut. Dengan jangkauan hingga seluruh kabupaten/kota, Samsat Menyapa diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pelayanan, tetapi turut membangun budaya tertib administrasi dan keselamatan berkendara di Sumatera Selatan.
“Tertib Administrasi, Selamat di Jalan, Kita Semua Terlindungi.”
Editor : Jaks
















