PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) bersama Pemerhati Situasi Terkini (PST) akan menggelar aksi damai untuk menyuarakan dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas stockpile dan bongkar muat batubara di Dermaga Kertapati, PT Bukit Asam (PTBA), Palembang.
Aksi bertajuk “Stop Pencemaran, Selamatkan Kesehatan Warga” itu dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026, dengan titik aksi pertama di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan pukul 09.00 WIB, kemudian dilanjutkan ke Kantor Wali Kota Palembang sekitar pukul 10.00 WIB.
Dalam poster seruan aksi yang beredar, SIRA dan PST menilai aktivitas stockpile batubara di kawasan Kertapati telah menimbulkan keresahan masyarakat, terutama warga Karang Anyar dan sekitarnya. Mereka menyebut debu batubara diduga berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan warga, hingga aktivitas nelayan di Sungai Musi.
Sejumlah tuntutan akan disampaikan dalam aksi tersebut, di antaranya meminta pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas stockpile batubara, menjatuhkan sanksi apabila ditemukan pelanggaran lingkungan, menghentikan sementara operasional bila terbukti mencemari lingkungan, serta mendesak pemerintah memberikan perlindungan terhadap hak masyarakat atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat.
Direktur Eksekutif SIRA, Rahmad Sandi SH, membenarkan rencana aksi damai tersebut saat dikonfirmasi Sabtu (1/8/2026).
“Benar, pada Selasa, 4 Agustus 2026 nanti kami bersama PST akan menggelar aksi damai di Kantor Gubernur Sumsel dan dilanjutkan ke Kantor Wali Kota Palembang.
Aksi ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas stockpile batubara di Kertapati. Kami berharap PT Bukit Asam bertanggung jawab, sementara pemerintah segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah konkret untuk melindungi masyarakat,” ujar Rahmad Sandi.
Ia menegaskan aksi akan berlangsung secara damai dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku, serta bertujuan mendorong adanya penyelesaian atas keluhan masyarakat yang terdampak.
Penulis : Hermansyah
Editor : Jaks














