NAMA. : Asyifa Ramli
NIM. : PO7131226052
MATA KULIAH: Pancasila
KELAS : D4-GIZI DAN DIETETΙΚΑ (Β)
Pancasila Kawan Hidupku
Pancasila secara etimologis berasal dari kata “Panca” artinya lima dan “Syila” artinya batu sendi, alas atau dasar, maka jika digabungkan berarti berbatu sendi lima atau berdasar yang lima (Siti Nurjanah, 2017). Gagasan dasar negara pertama kali disampaikan oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 yang kemudian dikenal sebagai hari lahir Pancasila.
Setelah melalui tahap perumusan dan pembahasan lebih lanjut, akhirnya Pancasila disahkan secara resmi pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang termasuk dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (Wahyuni Putri A, dkk. 2025).
Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh warga negara Indonesia, dengan adanya Pancasila semua perilaku tidak dapat berlawanan dan sebagai warga negara Indonesia kita diwajibkan mentaati seluruh nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila tidak hanya berperan sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman hidup bagi seluruh masyarakat Indonesia, Pancasila juga saling berkaitan dan memiliki peran penting dalam menciptakan kehidupan berikut kelima sila tersebut:
1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Saya percaya bahwa setiap orang memiliki keyakinan yang harus dihormati. Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang saya anut, seperti berdoa sebelum memulai aktivitas, bersyukur atas rezeki yang diberikan, dan memohon petunjuk ketika menghadapi kesulitan. Selain itu, saya juga menghargai teman-teman yang memiliki agama atau kepercayaan yang berbeda. Saya tidak pernah membedakan mereka dalam berteman maupun bekerja sama. Menurut saya, saling menghormati adalah salah satu cara menjaga kerukunan sehingga lingkungan menjadi lebih damai dan nyaman.
2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha memperlakukan semua orang dengan sopan dan penuh rasa hormat. Misalnya, saya berbicara dengan bahasa yang baik kepada dosen, teman, maupun orang yang lebih tua. Saya juga berusaha membantu
teman yang sedang mengalami kesulitan, baik dalam belajar maupun kegiatan lainnya. Saya percaya bahwa setiap orang berhak diperlakukan dengan baik tanpa melihat latar belakang, suku, agama, ataupun kondisi ekonomi. Dengan memiliki rasa peduli dan saling menghargai, hubungan antarsesama akan menjadi lebih harmonis.
3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Saya menyadari bahwa Indonesia memiliki banyak perbedaan budaya, bahasa, dan adat istiadat. Namun, perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan jika kita saling menghargai. Di lingkungan kampus, saya senang berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan asal daerah. Saat mengerjakan tugas kelompok, saya berusaha bekerja sama dengan baik dan menghargai pendapat setiap anggota. Dengan menjaga rasa persatuan, pekerjaan menjadi lebih mudah dan tujuan bersama dapat tercapai.
4. Sila Keempat: Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Saya menerapkan sila keempat dengan menghargai pendapat orang lain ketika berdiskusi. Dalam kerja kelompok, saya tidak memaksakan pendapat sendiri dan selalu berusaha mendengarkan masukan dari teman-teman. Jika ada perbedaan pendapat, saya lebih memilih menyelesaikannya melalui musyawarah hingga menemukan keputusan yang disepakati bersama. Dengan cara ini, semua anggota merasa dihargai dan suasana kerja menjadi lebih nyaman.
5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha bersikap adil kepada siapa pun. Misalnya, saat bekerja dalam kelompok, saya mengerjakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang telah dibagi dan tidak membebankan pekerjaan kepada orang lain. Saya juga belajar untuk tidak memilih teman berdasarkan status atau kemampuan. Menurut saya, setiap orang memiliki hak yang sama untuk dihargai dan diperlakukan dengan adil. Dengan menerapkan sikap adil, lingkungan sekitar akan menjadi lebih rukun dan saling mendukung.
Dari kelima sila Pancasila, saya belajar bahwa nilai-nilainya dapat diterapkan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Saya berharap dapat terus mengamalkan nilai-nilai tersebut agar menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat bagi orang lain, serta mampu menjaga persatuan dan kerukunan di lingkungan sekitar.
Daftar Pustaka
Nurjanah, S. (2017). Internalisasi nilai-nilai Pancasila pada pelajar (Upaya mencegah aliran anti Pancasila di kalangan pelajar). El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama, 5(1), 93-106. Wahyuni, A. P., Ningsih, P. A., & Alvianty, T. (2025). SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA DAN PROSES PERUMUSANNYA MELALUI SIDANG BPUPKI DAN PPKI: SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA DAN PROSES PERUMUSANNYA MELALUI SIDANG BPUPKI DAN PPKI. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(6), 92-100.














