Luncurkan Ekosistem GSMP–MBG, Sumsel Perkuat Rantai Pasok Pangan untuk Kendalikan Inflasi

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel resmi meluncurkan Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Gerakan Sumsel Mandiri Pangan–Makan Bergizi Gratis (GSMP–MBG). Program ini menjadi strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga dan mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Peluncuran yang dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan tersebut berlangsung di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Kamis (30/7/2026), dipimpin Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang.

 

Kegiatan turut dihadiri Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa, Staf Khusus Kementerian Koperasi Ambar Pertiwiningrum, Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono, Kepala Kanwil DJPb Sumsel Rahmadi Murwanto, jajaran Forkopimda, kepala daerah se-Sumatera Selatan, serta para pemangku kepentingan dari sektor pangan, koperasi, perbankan, dan dunia usaha.

 

Dalam paparannya, Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono menjelaskan bahwa kondisi ekonomi Sumatera Selatan tetap menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi daerah ditopang oleh konsumsi rumah tangga, sektor industri pengolahan, penguatan infrastruktur logistik, serta hilirisasi komoditas unggulan.

 

Ia juga menyebut inflasi Sumatera Selatan masih terkendali dan berada di bawah rata-rata nasional. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari keberhasilan implementasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang terus didukung Bank Indonesia sejak diluncurkan pada 2021.

 

Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb Sumsel Rahmadi Murwanto mengatakan ekosistem GSMP–MBG dirancang untuk menghubungkan seluruh rantai pasok pangan, mulai dari petani, peternak, nelayan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), BUMDes, hingga UMKM dengan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

 

Menurutnya, skema tersebut diperkuat melalui sinergi kebijakan fiskal, percepatan belanja pemerintah, pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dana tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL), serta dukungan pembiayaan BUMN dan BUMD melalui mekanisme matching fund. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekonomi sirkular yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang mengatakan pembangunan sektor pangan di Sumatera Selatan menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari meningkatnya Indeks Ketahanan Pangan yang menempatkan Sumsel di peringkat keempat nasional, membaiknya kualitas konsumsi pangan masyarakat, serta menurunnya angka stunting dan kemiskinan.

 

Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan anggaran, alih fungsi lahan, gangguan distribusi, hingga fluktuasi harga pangan yang membutuhkan kerja sama semua pihak.

 

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Pemprov Sumsel mentransformasikan GSMP menjadi Ekosistem Rantai Pasok Pangan Sumatera Selatan yang mengintegrasikan seluruh proses, mulai dari produksi, pengolahan, pembiayaan hingga distribusi kepada penerima manfaat Program MBG.

 

Pada kesempatan itu juga dicanangkan Forum Kolaborasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Provinsi Sumatera Selatan sebagai wadah sinergi pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, hingga pondok pesantren dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

 

Peluncuran ekosistem tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama pengembangan skema government-to-government (G2G) dan business-to-business (B2B) sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan produksi pangan.

 

Selain itu, diserahkan pula bantuan greenhouse kepada Pondok Pesantren Nurul Hidayah, revitalisasi greenhouse untuk Pondok Pesantren Ittifaqiah, Ma’had Darul Ulum, dan Nurussalam Sidogede, serta bantuan sumur bor kepada Kelompok Tani Sri Rezeki di Kabupaten Banyuasin. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong pesantren menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus sentra produksi pangan baru.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan lokasi penanaman bersama sebagai simbol kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Sumatera Selatan.

Penulis : Yun

Editor : Jaks

Berita Terkait

Sumsel Masuk Nominasi TPAKD Award 2026, Program 100.000 Sultan Muda Jadi Andalan Perluas Akses Keuangan
Sensus Ekonomi Sumsel Capai 81,87 Persen, BPS Kebut Rampung Sebelum Akhir Agustus
Sidak Dapur MBG Palembang, BPOM Temukan IPAL Terbuka dan Minta Segera Ditutup
Kapolrestabes Palembang Pastikan Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Beruntun Ditanggung
Pemkot Palembang Bahas Usulan Pengurus Masjid Agung Untuk Menata PKL 
Polda Sumsel Tangkap Tersangka Kekerasan Seksual Anak
Bobol Toko Manisan, Jabrik Gasak Puluhan Slop Rokok Senilai Rp31 Juta, Diciduk Polisi
BI Sumsel Perkuat Literasi dan Dorong Gagasan Ekonomi Lewat Bedah Buku serta Sriwijaya Economic Forum 2026

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:38 WIB

Sumsel Masuk Nominasi TPAKD Award 2026, Program 100.000 Sultan Muda Jadi Andalan Perluas Akses Keuangan

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:33 WIB

Luncurkan Ekosistem GSMP–MBG, Sumsel Perkuat Rantai Pasok Pangan untuk Kendalikan Inflasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:11 WIB

Sensus Ekonomi Sumsel Capai 81,87 Persen, BPS Kebut Rampung Sebelum Akhir Agustus

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:07 WIB

Kapolrestabes Palembang Pastikan Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Beruntun Ditanggung

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:06 WIB

Pemkot Palembang Bahas Usulan Pengurus Masjid Agung Untuk Menata PKL 

Berita Terbaru