Nama : Zahara Angelina Lestari
NIM : PO7133126049
Kelas : 1.A
Mata Kuliah : Pancasila
Dosen Pengampu: Wendy Anugrah Octavian, S.Pd., M.Pd.
Menjadi mahasiswa baru Program Studi D3 Sanitasi Poltekkes Kemenkes Palembang merupakan awal dari perjalanan baru dalam hidup saya. Berasal dari Desa Air Limau, Kabupaten Muara Enim, saya menyadari bahwa kuliah bukan hanya tentang memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membentuk karakter yang lebih baik. Oleh karena itu, saya berusaha menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap, baik di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengajarkan saya untuk selalu mengingat Tuhan dalam setiap langkah yang saya ambil. Sebelum memulai aktivitas, seperti berangkat kuliah, mengikuti ujian, atau mengerjakan tugas, saya selalu berusaha berdoa agar diberikan kemudahan dan hasil yang terbaik. Selain itu, saya juga menghormati teman-teman yang memiliki agama dan keyakinan yang berbeda.
Bentuk penghormatan yang saya lakukan misalnya tidak mengganggu teman yang sedang beribadah, menghargai waktu ibadah mereka, tidak memaksakan keyakinan saya kepada orang lain, serta tetap berteman tanpa membedakan agama. Menurut saya, sikap saling menghormati akan menciptakan lingkungan yang damai dan penuh toleransi.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Saya terapkan dengan memperlakukan semua orang secara baik tanpa membedakan suku, agama, maupun asal daerah. Saya selalu berusaha menggunakan bahasa yang sopan kepada dosen, teman, dan semua orang. Ketika ada teman yang belum memahami materi yang dijelaskan dosen, saya berusaha membantu menjelaskan kembali sesuai dengan kemampuan saya agar mereka lebih mudah memahami pelajaran. Saya juga berusaha mendengarkan ketika teman sedang bercerita atau membutuhkan dukungan. Bagi saya, sikap peduli, saling menghargai, dan saling membantu merupakan bentuk nyata dari nilai kemanusiaan.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia
Mengajarkan saya pentingnya menjaga kebersamaan meskipun berasal dari daerah yang berbeda-beda. Di kampus saya bertemu dengan banyak teman yang memiliki logat, budaya, dan kebiasaan yang tidak sama. Namun, perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang untuk berteman. Saya berusaha berbaur dengan semua teman, menghargai perbedaan pendapat, serta bekerja sama saat mengerjakan tugas kelompok. Saya percaya bahwa jika setiap orang saling menghargai dan menjaga kekompakan, suasana belajar akan menjadi lebih nyaman dan tujuan bersama akan lebih mudah tercapai.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Saya terapkan ketika berdiskusi atau mengambil keputusan bersama. Saat mengerjakan tugas kelompok, saya berusaha menyampaikan pendapat dengan sopan tanpa memaksakan kehendak. Saya juga mendengarkan pendapat teman hingga selesai sebelum memberikan tanggapan. Apabila hasil musyawarah berbeda dengan pendapat saya, saya tetap menghormati keputusan bersama dan ikut bertanggung jawab menjalankannya. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa musyawarah bukan tentang siapa yang paling benar, tetapi bagaimana mencari solusi yang terbaik untuk semua.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Mengajarkan saya untuk bersikap adil, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Saya berusaha mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri tanpa mencontek serta menghargai hasil kerja orang lain. Dalam tugas kelompok, saya berusaha membagi pekerjaan secara adil agar setiap anggota memiliki tanggung jawab yang sama. Saya juga tidak memilih-milih teman ketika diminta bekerja sama dan bersedia membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan tanpa mengharapkan balasan. Menurut saya, keadilan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari.
Melalui penerapan kelima sila Pancasila tersebut, saya berharap dapat menjadi pribadi yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga berkarakter baik, bertanggung jawab, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Saya yakin bahwa nilai-nilai Pancasila akan menjadi bekal penting bagi saya sebagai mahasiswa maupun sebagai tenaga kesehatan lingkungan di masa depan.















