MUBA, SUARAPUBLIK.ID – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menunjukkan komitmen serius dalam menekan angka Anak Putus Sekolah (ATS). Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Pemkab Muba menggelar sosialisasi penanggulangan ATS di Kecamatan Babat Toman sebagai langkah nyata memastikan seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis yang didukung langsung oleh Bupati Muba, H.M. Toha, dalam memperkuat program pendidikan inklusif dan mencegah meningkatnya angka putus sekolah di wilayah tersebut.
Sosialisasi dilaksanakan oleh Kasi Kurikulum Dikbud Muba, Rika Pratiwi, bersama Tim Ahli Bupati Bidang Pendidikan yang terdiri dari Dr. Aulia Rahman Bato, Muhammad Anas RA, dan Zaenal Abidin Rian. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur pendidikan di tingkat kecamatan hingga desa.
Acara dibuka oleh Camat Babat Toman, Darwin, dan dihadiri oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Dikbud, operator desa, kepala sekolah Paket A, B, dan C, serta pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Usai sosialisasi, tim langsung meninjau lokasi sekolah paket sebagai bentuk evaluasi lapangan sekaligus memastikan layanan pendidikan nonformal berjalan optimal bagi anak-anak yang sebelumnya putus sekolah.
Pengelola PKBM Bunda Melati Babat Toman, Beny Setiawan, mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap persoalan pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang berisiko tidak melanjutkan sekolah.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Semoga ke depan tidak ada lagi anak di Muba yang putus sekolah,” ujarnya.
Penulis : Hafiz
Editor : Jaks

















