Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Utama Kebijakan yang Tepat Sasaran

- Redaksi

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti dalam rangkaian kegiatan Semarak Sensus Wong Kito di Benteng Kuto Besak Palembang, Minggu (28/6/2026). Foto: Tia

Caption: Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti dalam rangkaian kegiatan Semarak Sensus Wong Kito di Benteng Kuto Besak Palembang, Minggu (28/6/2026). Foto: Tia

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) RI menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dirancang menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam merumuskan seluruh kebijakan pembangunan nasional yang tepat sasaran.

 

Langkah pengumpulan basis data makro ini ditujukan untuk menghadirkan potret perekonomian yang utuh, valid, dan berbasis fakta riil di lapangan.

 

“Tentunya sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi merupakan upaya bersama untuk menghadirkan gambaran ekonomi Sumatera Selatan yang akurat, lengkap, dan terkini. Data yang dihasilkan akan menjadi fondasi penting untuk mendukung perencanaan pembangunan dan juga merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran,” ujar Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti dalam rangkaian kegiatan Semarak Sensus Wong Kito di Benteng Kuto Besak Palembang, Minggu (28/6/2026).

 

Amalia memaparkan bahwa validasi data primer ini akan merangkum seluruh tingkatan klaster usaha masyarakat secara terintegrasi tanpa ada yang terlewat.

 

“Sensus ekonomi ini bukan sekadar menghitung jumlah usaha, tetapi merupakan upaya untuk menghadirkan setiap pelaku usaha, mulai dari pedagang kecil di pasar, petani, nelayan, UMKM, hingga perusahaan besar dan ekonomi rumah tangga dalam satu peta pembangunan,” jelasnya.

 

Arah kebijakan berbasis validitas data tersebut didukung penuh oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru yang juga hadir langsung dalam kegiatan nasional tersebut.

 

“Kita ingin membangun yang tepat sasaran berdasarkan data. Tidak bisa membangun hanya karena selera dan feeling saja. Jadi membangun sesuai dengan data sehingga mengenai sasaran yang tepat. Tidak coba-coba,” tegas Deru.

 

Ia menuturkan jika kesuksesan pemetaan ekonomi daerah ini sangat bergantung pada komitmen dan kerja keras luar biasa dari tiga elemen penting di masyarakat.

 

“Ada tiga komponen yang harus bekerja luar biasa. Satu, pemerintah daerah sampai dengan pemerintah desa. Kedua, petugas sensus itu sendiri. Ketiga, masyarakatnya,” ucap dia.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

Pemuda Indonesia Berdaya Sumsel Siap Kawal Pembangunan di Era Prabowo–Gibran
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Terima Apresiasi BKKBN Sumsel atas Dukungan Program TAMASYA
Telkomsel Bagikan Masker kepada Jurnalis Ekonomi di Tengah Kabut Asap Palembang
Pemkot Palembang Gandeng Telkomsel, 4.000 Siswa Kurang Mampu Dapat Kuota Internet Gratis untuk PJJ
Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun
Berikan Layanan Prima Dinas Damkarmat dan 9 OPD Terbaik Diganjar Penghargaan, Oleh Walikota Kota Ratu 
Buku Transaksi Jadi Barang Bukti, Polisi Bongkar Dugaan Judi Sabung Ayam di Gandus
HUT ke-75 Humas Polri, Kapolda Sumsel Ajak 42 Jurnalis Berbagi Lewat Donor Darah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Pemuda Indonesia Berdaya Sumsel Siap Kawal Pembangunan di Era Prabowo–Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Terima Apresiasi BKKBN Sumsel atas Dukungan Program TAMASYA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Telkomsel Bagikan Masker kepada Jurnalis Ekonomi di Tengah Kabut Asap Palembang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkot Palembang Gandeng Telkomsel, 4.000 Siswa Kurang Mampu Dapat Kuota Internet Gratis untuk PJJ

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun

Berita Terbaru

Sumsel

Sekda Muba Ikuti Pra Ekspos Bersama BKN Pusat

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:32 WIB

Empat Lawang

Warga Klaim Lahan 75 Hektare Milik PTPN IV, Manajemen Buka Mediasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:10 WIB