Semi Militer, Berbasis Industri: Strategi SMK Penerbangan Sriwijaya Cetak Tenaga Profesional

- Redaksi

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, SMK Penerbangan Sriwijaya memilih melangkah lebih cepat. Sekolah vokasi yang berbasis di Sumatera Selatan ini tak sekadar menjalankan kurikulum nasional, tetapi merancang sistem pembelajaran berbasis industri untuk memastikan lulusannya benar-benar siap terjun ke dunia penerbangan dan pariwisata.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Wiwin Sartika, S.Pd.Gr, menegaskan bahwa sekolah tetap mengacu pada Kurikulum Nasional dan Kurikulum Merdeka. Namun, pada setiap mata pelajaran kejuruan, ditambahkan capaian pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan riil industri.

“Kami tidak ingin siswa hanya lulus secara administratif. Mereka harus lulus dengan kompetensi yang diakui dan dibutuhkan industri,” ujarnya.

Masih kata Wiwin Sartika,empat program keahlian menjadi tulang punggung sekolah ini, yakni Kepariwisataan (Usaha Layanan Wisata), Teknologi Pesawat Udara (Airframe & Power Plant), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Avionic. Pada kompetensi Airframe & Power Plant, misalnya, siswa mendapat penguatan materi seperti praktik perawatan pesawat (maintenance park practice) hingga dinamika kerja mesin pesawat, yang menjadi standar dalam industri perawatan pesawat.

“Sementara di jurusan Usaha Layanan Wisata, pembelajaran diperluas dengan materi airport aviation knowledge, manajemen bagasi, hingga kepramugarian. Materi-materi ini dirancang agar lulusan mampu langsung beradaptasi dengan lingkungan bandara dan maskapai penerbangan.

Keseriusan sekolah terlihat dari jejaring kerja sama yang dibangun dengan berbagai institusi strategis, antara lain Politeknik Penerbangan Indonesia, GMF AeroAsia, Batam Aero Technic, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, PT Dirgantara Indonesia, hingga Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta.

Melalui program pemagangan dalam skema Kurikulum Merdeka, banyak lulusan terserap di industri, mulai dari perusahaan perawatan pesawat di Batam dan Jakarta hingga maskapai yang beroperasi di Palembang, Jakarta, dan Medan. Bahkan, sebagian alumni memilih melanjutkan karier ke jalur TNI, didukung karakter semi militer dan pembinaan fisik yang diterapkan sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, M. Rafly Pratama, S.Sos, menyebutkan jumlah siswa saat ini mencapai sekitar 267 orang dari kelas X hingga XII. Aktivitas belajar berlangsung Senin hingga Sabtu, dimulai pukul 06.45 WIB dengan apel pagi dan ditutup salat Zuhur berjamaah.

Pembentukan karakter menjadi fondasi utama. Setiap Kamis, siswa mengikuti ekstrakurikuler ketarunaan yang dibina langsung oleh personel TNI AU. Jumat diisi kegiatan hadroh sebagai pembinaan keagamaan, sementara Sabtu diwajibkan Pramuka untuk menanamkan disiplin dan tanggung jawab.

“Sekolah ini memang menerapkan sistem semi militer, tetapi tetap menempatkan nilai agama dan kedekatan emosional sebagai dasar pembinaan. Guru adalah orang tua kedua bagi siswa.

Di bidang prestasi, sekolah konsisten menorehkan capaian dalam lomba baris-berbaris tingkat provinsi, kompetisi pariwisata, hingga lomba pidato dan ceramah Bahasa Arab dan Inggris,” tegasnya.

Senada dikatakan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Bagus Purnama Satria, S.Tr.Par, menambahkan bahwa pihaknya terus memperluas jejaring kerja sama industri sekaligus memperkuat publikasi sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Target kami jelas, memperluas kerja sama nasional dan internasional serta meningkatkan jumlah peserta didik, agar peluang karier siswa semakin terbuka.

Dengan kurikulum berbasis industri, jaringan kemitraan strategis, disiplin semi militer, serta pembinaan karakter religius, SMK Penerbangan Sriwijaya menegaskan posisinya sebagai sekolah vokasi yang tak hanya mencetak lulusan, tetapi menyiapkan tenaga profesional muda yang siap kerja dan berday saing,” tutupnya.

Penulis : Hasan Basri

Editor : Jaks

Berita Terkait

Begal Sadis yang Tikam Korban 11 Kali Akhirnya Dibekuk, Seluruh Pelaku Curas di Jakabaring Ditangkap
Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk
Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 
Motor Diparkir Saat Belanja di Indomaret, Buruh di Palembang Jadi Korban Curanmor
Empat Terdakwa Penyalahgunaan Bio Solar Dituntut Dua Tahun Penjara di PN Palembang
Live Facebook Promosikan Judol, Dua Streamer Palembang Dituntut 2 Tahun Penjara
BM BSI Akui Skema Pencairan KUR Tambak Tak Sesuai SOP, Kerugian Disebut Capai Rp9,5 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:32 WIB

Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:29 WIB

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:21 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:09 WIB

Motor Diparkir Saat Belanja di Indomaret, Buruh di Palembang Jadi Korban Curanmor

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:42 WIB

Empat Terdakwa Penyalahgunaan Bio Solar Dituntut Dua Tahun Penjara di PN Palembang

Berita Terbaru