SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Malang dialami Parman (49), seorang tukang ojek offline. Dirinya menjadi korban penggelapan motor setelah mendapatkan penumpang secara offline. Tak terima motornya raib dibawa kabur penumpangnya, membuat ia pun melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Palembang, Selasa (18/11/2025).
Dihadapan petugas warga Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Lorong Kedukan Kelurahan 35 Ilir Kecamatan IB II Palembang ini menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/11/2025), sekitar pukul 11.30 WIB, di Jalan Prajurit Nazzaruddin, Kecamatan Kalidoni, Palembang.
Berawal, saat terlapor (Lidik) meminta antar ke dua titik lokasi. Sesampai di TKP (tempat kejadian perkara) pertama, diakui Terlapor rumah tersebut merupakan rumahnya.
“Terlapor ini meminta antar di dua titik lokasi. TKP pertama terlapor bilang rumahnya dan menurunkan belanjaan,” ungkapnya.
Lalu, ketika sampai saat itu tiba-tiba terlapor mendapatkan telepon dari seseorang. “Nah ketika sampai di TKP pertama, Terlapor ini tiba-tiba menerima telepon. Lalu dia meminjam motor saya, dengan alasan hendak mengantar anak dan menjemput cucunya,” katanya.
Karena tidak curiga dan masih ada antaran di satu titik lokasi, saat itu korban meminjamkan motornya kepada terlapor. “Saya tidak curiga pak. Karena Terlapor mengaku masih meminta antar saya kembali ke satu titik lokasi. Jadi motor saya pinjamkan,” ungkapnya.
Namun, berapa paniknya korban ketika menunggu hingga malam hari, terlapor tidak kunjung datang kembali ,” saat tunggu tunggu pak. Hingga sore dan malam. Namun Terlapor ini tidak kunjung kembali. Lalu saya tanya dengan pemilik rumah yang saya antar pada lokasi pertama. Tenyata rumah tersebut bukan rumah Terlapor,” katanya.
Oleh itulah korbab memutuskan melaporkan peristiwa ini ke Polrestabes Palembang. Akibat peristiwa ini korban harus kehilangan 1 unit motor Honda beat bernopol BG 4662 AEU.
“Saya berharap atas laporan saya pelaku bisa ditangkap, dan motor saya bisa kembali,” katanya.
Sementara, KA SPK Polrestabes Palembang Ipda Kosasih didampingi Pamapta Ipda Hendra membenarkan adanya laporan korban terkait penggelapan motor.
“Laporan sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas satreskrim Polrestabes Palembang Unit Ranmor untuk melakukan penyelidikan dan menangkap,” katanya. (ANA)


















