Proses Fumigasi Jadi Tahapan Penting dalam Ekspor Perdana Kopi Sumsel ke Australia dan Malaysia

- Redaksi

Selasa, 14 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia, bersiap untuk melakukan ekspor perdana kopi ke Australia dan Malaysia pada 19 Januari mendatang. Sebelum ekspor dilaksanakan, kopi yang akan dikirim harus melewati tahapan fumigasi untuk memastikan kualitas dan memenuhi persyaratan negara tujuan.

Kepala Karantina Sumsel, Kostan Manalu, mengungkapkan bahwa kopi yang akan diekspor dalam bentuk green bean ke Malaysia harus melalui proses fumigasi agar terbebas dari hama, sesuai dengan ketentuan negara penerima. “Fumigasi ini adalah bagian dari upaya untuk memberikan kepastian kesehatan pada komoditas yang akan diekspor. Ini adalah salah satu prosedur penting yang dilakukan untuk memastikan produk yang diekspor memenuhi standar internasional,” jelas Kostan dalam acara press release,Selasa, (14/1/2025).

Proses fumigasi yang dilakukan merujuk pada International Standard for Phytosanitary Measure (ISPM) No. 43 yang diterapkan oleh Badan Karantina Indonesia. Setiap negara tujuan ekspor, termasuk Malaysia, memiliki protokol dan persyaratan sendiri terkait perlakuan terhadap komoditas yang akan diterima.

Sebanyak 19,8 ton kopi green bean, terdiri dari 8,640 ton kopi Arabica grade 1 Specialty asal Semendo dan 11,160 ton kopi Robusta grade 1 asal Pagaralam, akan diekspor ke Australia. Selain itu, 8,640 ton kopi Robusta grade 4 asal Pagaralam juga akan dikirim ke Malaysia. Proses ekspor ini dilakukan melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Sumsel.

Pj. Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, menambahkan bahwa ekspor kopi ini adalah langkah penting untuk memperkuat ekosistem perdagangan internasional Sumsel. “Selain ekspor, kami juga mendorong pengembangan ekosistem yang melibatkan seluruh stakeholder, dari petani hingga sektor finansial, untuk menciptakan nilai tambah bagi produk lokal,” katanya.

Dengan adanya dukungan penuh dari Badan Karantina Indonesia, diharapkan Sumsel dapat memperkuat posisinya sebagai penghasil kopi utama di Indonesia dan menjalin kemitraan yang lebih strategis dengan negara-negara mitra perdagangan internasional.(ril)

Berita Terkait

Palembang Ikuti Pelatihan Teknis Pelaporan E-Monev Bappenas
Belajar Dua Shift Masih Berjalan, SMA Negeri 20 Palembang Ajukan Tambahan 9 Kelas ke Pusat
Lawan Arus Globalisasi, Palembang Masukkan Bahasa Daerah ke Kurikulum Sekolah
Pegadaian Kanwil III Palembang Hadirkan “Ramadan Bareng TRING! 2026” di PSCC
Dukung Program Nasional Indonesia ASRI, Polsek Buay Madang Timur Gelar Aksi Bersih Lingkungan “BELIDA”
Pledoi: Reimar Yousnadi Minta Keadilan, PH Sebut Kasus Pasar Cinde Seharusnya Ranah Perdata
Mediasi Gugatan 24 Media Gagal, Kuasa Hukum Media Suara Republik Siap Hadapi Pembuktian di Persidangan
Jaga Kekhusyukan Malam Ramadhan, Polsek Buay Madang Timur Intensifkan Patroli KRYD di Desa Srikaton

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:15 WIB

Palembang Ikuti Pelatihan Teknis Pelaporan E-Monev Bappenas

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:07 WIB

Belajar Dua Shift Masih Berjalan, SMA Negeri 20 Palembang Ajukan Tambahan 9 Kelas ke Pusat

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:04 WIB

Lawan Arus Globalisasi, Palembang Masukkan Bahasa Daerah ke Kurikulum Sekolah

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:30 WIB

Pegadaian Kanwil III Palembang Hadirkan “Ramadan Bareng TRING! 2026” di PSCC

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:14 WIB

Dukung Program Nasional Indonesia ASRI, Polsek Buay Madang Timur Gelar Aksi Bersih Lingkungan “BELIDA”

Berita Terbaru

Kota Palembang

Palembang Ikuti Pelatihan Teknis Pelaporan E-Monev Bappenas

Jumat, 6 Mar 2026 - 15:15 WIB