Presiden Perintahkan Pemda Pusatkan Vaksinasi Booster di Pasar

- Redaksi

Jumat, 18 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi

Presiden Jokowi

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar pemerintah daerah (pemda) mengutamakan program pemberian vaksin virus corona (Covid-19) dosis lanjutan atau booster, pada daerah-daerah dengan interaksi masyarakat yang tinggi, seperti pasar atau pertokoan.

Jokowi juga meminta seluruh pemda terus mengampanyekan agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Yang booster dikonsentrasikan saja di tempat-tempat yang interaksi masyarakat tinggi. Yang paling penting yang bisa disampaikan ke masyarakat, kuncinya memang ada di vaksin dan prokes, utamanya menggunakan masker, sampaikan itu,” kata Jokowi saat meninjau vaksinasi Covid-19 di 17 provinsi secara virtual, Jumat (18/2/2022).

“Mungkin di pasar atau di pertokoan yang interaksinya antar-masyarakat tinggi,” ujarnya menambahkan.

Jokowi mengatakan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, mayoritas warga yang meninggal selama penyebaran varian Omicron ini berasal dari tiga kelompok.

Pertama mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, kedua warga lanjut usia, dan ketiga warga yang belum menerima vaksinasi lengkap ataupun baru menerima satu dosis vaksin.

“Tidak ada yang sudah divaksin, rata-rata juga hanya terkena tapi kondisinya tanpa gejala atau ringan,” ujarnya.

Mantan wali Kota Solo itu juga meminta aparat TNI/Polri membantu pelaksanaan program vaksinasi di daerah-daerah, khususnya daerah yang belum juga mencapai target vaksinasi nasional bulan ini.

Jumlah capaian program vaksinasi virus corona booster baru mencapai 3,81 persen terhitung sejak pertama kali dimulai pada 13 Januari lalu. Berdasarkan data vaksinasi Kementerian Kesehatan per 17 Februari pukul 18.00 WIB, jumlah warga yang sudah menerima booster baru 7.932.444 orang.

Sedangkan target total keseluruhan warga yang mendapatkan booster berjumlah sebanyak 208.265.720 orang. Kendati demikian, Kemenkes menyebut program booster tidak bersifat wajib seperti pemberian vaksinasi primer dosis 1 dan 2, melainkan ajakan dan imbauan. (*)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru

Bobol Rumah Saat Korban Berjualan, Pria di Palembang Dibekuk Polisi

Kota Palembang

Bobol Rumah Saat Korban Berjualan, Pria di Palembang Dibekuk Polisi

Kamis, 2 Jul 2026 - 14:07 WIB