Sidang Korupsi Disperkimtan Palembang: Saksi Sebut Ada Permintaan “Jatah” 51 Persen Saat Pencairan Termin Proyek

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana sidang di PN Tipikor Palembang Kamis (2/7/2026) Kasus dugaan Korupsi Disperkimtan Palembang

Suasana sidang di PN Tipikor Palembang Kamis (2/7/2026) Kasus dugaan Korupsi Disperkimtan Palembang

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID- Fakta baru mencuat dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek belanja bahan bangunan dan konstruksi rutin pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Palembang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (2/7/2026).

 

Dalam persidangan, saksi Ivar Prayudi, kakak kandung terdakwa Dedi Triwahyudi, mengaku mengetahui adanya permintaan sejumlah dana saat proses pencairan termin kedua proyek yang dikerjakan CV Mapan Makmur Bersama.

 

Di hadapan majelis hakim, Ivar menyebut pencairan termin II senilai lebih dari Rp1 miliar baru dapat diproses setelah adanya permintaan bagian sebesar sekitar 51 persen dari nilai pencairan.

 

“Waktu pengajuan pencairan termin II, ada permintaan 51 persen dari total pencairan yang nilainya lebih dari Rp1 miliar, dan hal itu telah disepakati pihak pelaksana kegiatan,” ujar Ivar dalam persidangan.

 

Dalam keterangannya, saksi juga menyebut nama Kabid Kawasan Permukiman Disperkimtan Palembang yang saat itu menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Deven Hanyaken. Penyebutan nama tersebut merupakan bagian dari keterangan saksi di persidangan dan belum merupakan pembuktian atas adanya keterlibatan yang bersangkutan.

 

Ivar menerangkan, setelah dana termin II sebesar Rp1.047.532.858 dicairkan dan dipotong pajak, dana tersebut kemudian ditarik dan diduga disalurkan melalui beberapa perantara.

 

Menurutnya, sekitar Rp533 juta dititipkan melalui seorang staf bidang bernama Mardila Pratiwi, sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak internal Disperkimtan.

 

Saksi juga mengungkap adanya aliran dana lain sebesar Rp40 juta yang disebut sebagai

 

“uang pengamanan kegiatan” sebelum proses pencairan termin kedua dilakukan. Dana tersebut, menurut saksi, berasal dari pihak pelaksana proyek.

 

Keterangan tersebut mendapat perhatian majelis hakim maupun tim penasihat hukum para terdakwa. Kuasa hukum, termasuk dari terdakwa mantan Kepala Disperkimtan Palembang Agus Rizal, meminta agar pihak-pihak yang namanya disebut dalam persidangan dihadirkan sebagai saksi untuk dikonfrontasi sehingga fakta persidangan dapat diuji secara langsung.

 

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya menyatakan perbuatan para terdakwa diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara lebih dari Rp1,6 miliar.

 

JPU mendalilkan para terdakwa tetap memproses pembayaran meski pekerjaan belum sepenuhnya selesai dan barang sesuai kontrak belum seluruhnya diterima. Selain itu, ditemukan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK).

 

Dalam perkara ini, terdakwa Agus Rizal, Dedi Triwahyudi, Yunita, dan Muhammad Faizal Rachman didakwa melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya untuk mengungkap dugaan aliran dana serta peran masing-masing pihak dalam proyek di lingkungan Disperkimtan Kota Palembang.

Penulis : Hermansyah

Editor : Jaks

Berita Terkait

Astra Motor Sumsel Resmi Perkenalkan New Honda Vario Evo 160
Bobol Rumah Saat Korban Berjualan, Pria di Palembang Dibekuk Polisi
Sidang Perdana, Mantan PPK UIN Raden Fatah Didakwa Rugikan Negara Rp2,12 Miliar dalam Proyek Guest House
Diduga Dianiaya Saat di Dalam Kamar Mandi, Buruh Harian Polisikan Rekan Kerja
Gegara BPKB Motor, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Berdarah
JPU Kukuh pada Tuntutan Minta Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Korupsi KUR Bank Sumsel Babel
Hakim Per Berat Hukuman Herianto, Divonis 13 Tahun Penjara dalam Kasus Peredaran 196 Gram Sabu
Kapolda Sumsel Tegaskan Stabilitas Keamanan Jadi Modal Pembangunan, Status Zero Conflict Terjaga

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:42 WIB

Sidang Korupsi Disperkimtan Palembang: Saksi Sebut Ada Permintaan “Jatah” 51 Persen Saat Pencairan Termin Proyek

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:14 WIB

Astra Motor Sumsel Resmi Perkenalkan New Honda Vario Evo 160

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:07 WIB

Bobol Rumah Saat Korban Berjualan, Pria di Palembang Dibekuk Polisi

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:05 WIB

Sidang Perdana, Mantan PPK UIN Raden Fatah Didakwa Rugikan Negara Rp2,12 Miliar dalam Proyek Guest House

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:03 WIB

Diduga Dianiaya Saat di Dalam Kamar Mandi, Buruh Harian Polisikan Rekan Kerja

Berita Terbaru

Bobol Rumah Saat Korban Berjualan, Pria di Palembang Dibekuk Polisi

Kota Palembang

Bobol Rumah Saat Korban Berjualan, Pria di Palembang Dibekuk Polisi

Kamis, 2 Jul 2026 - 14:07 WIB