88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

- Redaksi

Jumat, 26 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para siswa SD saat menjalani pemeriksaan gigi, mulut dan telinga. (Photo: Deni Kurniawan)

Para siswa SD saat menjalani pemeriksaan gigi, mulut dan telinga. (Photo: Deni Kurniawan)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di 16 Sekolah Dasar (SD) di wilayah Lemabang, Kalidoni, Ilir Timur I, Ilir Timur II dan sekitarnya, mengungkap kondisi kesehatan siswa yang memprihatinkan.

Dari 3.062 siswa yang menjalani pemeriksaan selama Agustus 2025, sekitar 88 persen atau 2.694 anak ditemukan mengalami kerusakan gigi atau gigi berlubang.

Penanggung Jawab CKG Puskesmas Sabokingking, dr Shafira Sepriana mengatakan, pemeriksaan ini merupakan inisiatif dari Puskesmas Sabokingking, Palembang yang menyasar kesehatan anak-anak usia sekolah dasar.

“Sebanyak 3.962 siswa menjadi target program, namun sekitar 900 siswa menolak diperiksa, dengan berbagai alasan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kasus gigi berlubang menjadi masalah kesehatan paling umum, dengan angka temuan mencapai 88 persen,” terang dr Shafira, Jumat, 26 September 2025.

Menurutnya, pemeriksaan ini tidak hanya fokus pada kesehatan gigi. Ada 11 jenis pemeriksaan lain yang dilakukan, mulai dari penglihatan, pendengaran, hingga kondisi paparan asap rokok.

Salah satu hasil mencengangkan adalah temuan bahwa 52 persen siswa terpapar asap rokok pasif, mayoritas berasal dari kebiasaan merokok orang tua di dalam rumah.

“Kami mengimbau orang tua agar tidak merokok di dekat anak-anak, apalagi di dalam rumah. Asap rokok bisa berdampak buruk terhadap tumbuh kembang dan sistem pernapasan mereka,” ungkapnya.

Serta, ditemukan pula 45 persen siswa mengalami penumpukan kotoran telinga, dan 21,9 persen lainnya memiliki gangguan penglihatan yang membutuhkan tindak lanjut.

Ketika menjalani pemeriksaan, katanya para siswa didampingi wali murid dengan proses pendataan kependudukan terlebih dahulu.

“Kita dari Pihak Puskesmas menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) siswa, hanya digunakan untuk kepentingan pengisian aplikasi Indonesia Sehat, dan tidak akan disalahgunakan,” katanya.

“Data siswa kami jaga dengan ketat. Ini semata-mata untuk keperluan peningkatan layanan kesehatan anak ke depan,” tambahnya.

Dirinya berharap kedepannya lebih banyak orang tua mendukung program seperti ini.

“Edukasi kesehatan sejak dini adalah investasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat dan tangguh,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

Pancasila dalam Langkah Hidupku
Peran Pancasila Dalam Perjalanan Saya Membentuk Karakter Diri
Mewujudkan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Tindakan Sehari-hari
Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari: Membentuk Generasi Muda Berkarakter
Pancasila dan Implementasinya terhadap Kehidupan Sehari-hari
Peran Pancasila dalam Membentuk Pribadi yang Berkarakter
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Saya
Pancasila Sebagai Pedoman Dalam Kehidupan Saya

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Pancasila dalam Langkah Hidupku

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Peran Pancasila Dalam Perjalanan Saya Membentuk Karakter Diri

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Mewujudkan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Tindakan Sehari-hari

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari: Membentuk Generasi Muda Berkarakter

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Pancasila dan Implementasinya terhadap Kehidupan Sehari-hari

Berita Terbaru

Sumsel

Mengamalkan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:09 WIB

Sumsel

Merangkai Diksi, Menerapkan Pancasila

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:46 WIB