Positif Jembrana, 13 Ekor Sapi Mati Mendadak

- Redaksi

Minggu, 13 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPEL DARAH : Petugas Bidang Keswan dan Peternakan, mengambil sampel pada seekor sapi ternak, belum lama ini.

SAMPEL DARAH : Petugas Bidang Keswan dan Peternakan, mengambil sampel pada seekor sapi ternak, belum lama ini.

Suarapublik.id, Lahat – Setidaknya 13 ekor hewan ternak sapi Bali, milik kelompok tani (Koptan) Impian, di Desa Cecar, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat mati mendadak.

Setelah dilakukan pengambilan sampel darah, rupanya hewan-hewan tersebut positif tertukar virus Jembrana, yang memang menjadi momok bagi peternak hewan.

 

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) dan Peternakan Lahat, drh Astin Tri Saputra membenarkan, bahwasanya pihaknya menerima laporan dari Koptan Impian, dimana 13 ekor sapi Bali mati mendadak.

 

“Setelah kita ambil sampel darah, dan dikirim ke Palembang, hasilnya positif Jembrana. Dan petugas langsung menyemprotkan cairan desinfektan ke kandang,” ungkapnya, dihubungi via ponsel, Minggu (13/3/2022).

 

Dirinya menambahkan, hewan-hewan sapi Bali tersebut, berasal dari Bandar Lampung, yang diduga sudah terjangkit virus Jembrana.

 

“Ketika sampai ke Koptan, petugas menyuntikan vaksin Anti virus Jembrana, akan tetapi, kenyataannya tidak bisa dibayangkan, laporan yang masuk 13 mati mendadak, dan kita langsung ke lokasi untuk mengambil sampel darah,” papar Astin.

 

Astin menuturkan, sedangkan ciri-ciri ternak sapi yang terindikasi terkena virus jembrana, biasanya, ternak mengalami demam tinggi dengan suhu mencapai 38-45 derajat celsius, pada bagian kelenjar limfa ada pembengkakan hebat, selaput lendir mulut sapi ada luka dan sering perdarahan pada kulit.

 

“Kini, sapi-sapi tersebut sudah dimusnahkan dengan cari dikubur ke dalam tanah. Tentunya ini, akan lebih waspada lagi apabila sapi Bali masuk ke Lahat,” jelasnya.

 

Dirinya menerangkan, virus Jembrana ini tidak menularkan baik ke manusia ataupun sapi lainnya. Hanya kepada sapi sejenis yakni sapi Bali.

 

“Pihaknya akan ekstra waspada apabila ada hewan sapi Bali tiba ke Lahat, dimana, pemeriksaan kesehatan lebih diperketat lagi,” tegas Astin.

 

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Cecar, Abdul Haris Juandi membenarkan, satu Koptan yang membudidaya sapi Bali, telah melaporkan ada 13 ekor yang tiba-tiba mati.

 

“Lalu, kita teruskan ke Bidang Keswan dan Peternakan Lahat, dan mereka langsung merespon dengan turun ke lokasi,” tukasnya.

Berita Terkait

Intel TNI Turun Tangan Obrak-Abrik Sarang Narkoba di Lahat
Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing
Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157
DPRD Lahat Gelar Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-157, Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Pembangunan Daerah
Begal Motor Pelajar di Muara Payang Diringkus Tim Gabungan, Satu Pelaku Masih Buron
PWI Lahat Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme dan Sinergi Daerah
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tutup Rangkaian Pasar Murah di Lahat, Jangkau 3 Ribu Warga
Open House di Lahat, Wagub Cik Ujang Dorong Pemberdayaan UMKM dan Pedagang Kecil
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:58 WIB

Intel TNI Turun Tangan Obrak-Abrik Sarang Narkoba di Lahat

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:28 WIB

Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:44 WIB

DPRD Lahat Gelar Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-157, Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Pembangunan Daerah

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:51 WIB

Begal Motor Pelajar di Muara Payang Diringkus Tim Gabungan, Satu Pelaku Masih Buron

Berita Terbaru