Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan Madu Hutan Asli Sriwijaya Menjadi UMKM Unggulan Berkelanjutan

- Redaksi

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Keberhasilan sebuah usaha sering berawal dari kebutuhan sederhana. Begitu pula perjalanan Madu Hutan Asli Sriwijaya, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang kini menjadi salah satu produsen madu hutan unggulan di Sumatera Selatan. Berangkat dari niat pendirinya, Fauziah, menyediakan madu murni bagi keluarga, usaha ini berkembang menjadi komitmen menjaga kualitas produk, memberdayakan petani, dan melestarikan hutan.

Didirikan pada 2017, usaha ini menghadapi tantangan klasik industri madu seperti maraknya produk palsu dan rendahnya standar kualitas di pasaran. Fauziah kemudian bermitra dengan petani di Bayung Lincir dan Musi Banyuasin, menerapkan panen madu ramah lingkungan dengan hanya mengambil sebagian sarang, tidak membunuh lebah, dan tetap menjaga kelestarian hutan.

“Bisnis ini harus memberi manfaat ganda, bagi konsumen, petani, dan alam. Dukungan Pertamina sangat berarti bagi perkembangan usaha kami,” ujar Fauziah.

Perkembangan usaha semakin pesat setelah bergabung dalam Program Pertamina UMK Academy 2025. Melalui pelatihan intensif, fasilitasi pemasaran nasional, pendampingan sertifikasi, hingga penguatan branding, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan akselerasi signifikan. Produk Madu Hutan Asli Sriwijaya tampil di berbagai event seperti SMEXPO dan TEI Internasional, hingga masuk Top 100 Inaugurasi Pertamina UMK Academy 2025 yang membuka akses jejaring bisnis dan peluang pasar global.

Madu Hutan Asli Sriwijaya juga telah meraih berbagai penghargaan nasional, termasuk Top 2 Delegasi UMKM IKRA Bank Indonesia (2024) dan Delegasi ISEF Bank Indonesia (2025).

Kini usaha ini dikelola enam warga Palembang dengan omzet stabil Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per bulan. Variasi produknya meluas, di antaranya madu akasia, multiflora, madu putih, _honeycomb_, hingga _infused honey_. Semua diproses tanpa pemanasan, disaring alami, diuji kadar air dengan refraktometer, dan diuji laboratorium secara berkala di _Surfactant and Bioenergy Research Center_ Institut Pertanian Bogor (SBRC IPB) untuk memastikan produk berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dampak sosialnya terasa nyata. Usaha ini menjadi sumber penghidupan bagi para pekerjanya, termasuk Anjan yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga dengan anak berkebutuhan khusus.

“Bekerja di sini bukan hanya soal mencari nafkah. Saya merasa dihargai, punya tempat untuk berkembang, dan bisa menjaga keluarga saya. Usaha ini benar-benar mengubah hidup saya,” ujar Anjan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa Madu Hutan Asli Sriwijaya merupakan contoh UMKM berkelanjutan yang terus diperkuat Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

“Pendampingan yang tepat mampu menghadirkan perubahan nyata. Madu Hutan Asli Sriwijaya membuktikan bahwa UMKM dapat tumbuh secara ekonomi, menjaga kelestarian hutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus. Kami bangga melihat bagaimana manfaatnya dirasakan oleh petani hutan, lingkungan, dan keluarga para pekerjanya,” ujar Rusminto.

Program pendampingan ini merupakan wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang turut mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pemberdayaan petani dan penciptaan pendapatan baru, Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan 15 (Kehidupan di Darat) melalui pelestarian hutan dan ekosistem lebah.

Berita Terkait

Guru Fisika dari Ogan Ilir Tembus Top 12 Nasional Terpujilah Guru Telkomsel
Dipergoki Bawa Golok di Kawasan Monpera, YS Diamankan Polisi
Didakwa Terima Uang Pengurusan Pangkat ASN, Kepala BKPSDM Muratara Jalani Sidang Perdana
Bongkar Dugaan Suap Smartboard! Bupati Nonaktif Muara Enim Edison Diadili, Temuan BPK Rp29 Miliar Diduga Menyusut Jadi Rp2,32 Miliar
Lansia Hilang Usai Lompat dari Jembatan Musi IV, Tim SAR Sisir Sungai Musi
Polda Sumsel Bidik 20 Korporasi Kasus Karhutla, Empat Perusahaan Baru Menyusul
Bongkar! Dugaan Penipuan Rp7 Miliar, Tuti Apriyani Tak Ditahan! Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Rasa Keadilan
Kuasa Hukum Apresiasi Unit Ranmor, Desak Pelaku Begal Dhea yang Masih DPO Segera Ditangkap

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Guru Fisika dari Ogan Ilir Tembus Top 12 Nasional Terpujilah Guru Telkomsel

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Dipergoki Bawa Golok di Kawasan Monpera, YS Diamankan Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Didakwa Terima Uang Pengurusan Pangkat ASN, Kepala BKPSDM Muratara Jalani Sidang Perdana

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Lansia Hilang Usai Lompat dari Jembatan Musi IV, Tim SAR Sisir Sungai Musi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Polda Sumsel Bidik 20 Korporasi Kasus Karhutla, Empat Perusahaan Baru Menyusul

Berita Terbaru

Foto pelaku diamankan unit Pidum

Kota Palembang

Dipergoki Bawa Golok di Kawasan Monpera, YS Diamankan Polisi

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:25 WIB