Pengakuan RA, Nekat Jadi Kurir Sabu Demi Biaya Anak Sekolah

Kriminal85 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tim penyidik anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel kembali menangkap seorang kurir narkoba jenis sabu. Tersangka berinisial RA (49), warga Jalan Serupan No 12, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame Palembang.

Wadir Ditresnarkoba Polda Sumsel AKBP Harissandi mengatakan, penangkapan terhadap tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat adanya transaksi di Jalan Mayjen Yusuf Singadekane, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati Palembang.

“Anggota langsung mengecek pembenaran informasi tersebut dan melakukan penangkapan terhadap tersangka RA dipinggir jalan, Kamis (27/7/2023) sekitar pukul 15.30 WIB,” kata Harissandi, saat gelar press release di Polda Sumsel, Rabu (2/8/2023).

Baca Juga :  Pelaku Duel Maut di Jembatan Ponton Ditangkap Polisi

Dari tangan tersangka, anggota menemukan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 3 ribu gram yang dibungkus dalam kemasan teh China warna hijau merk Yushan.

“Sabu itu disimpan di dalam jok motor Merk N-Max yang dikendarai tersangka, dan rencananya sabu itu akan diedarkan di Kota Palembang,” ujar dia.

Saat ini, lanjut Harissandi, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap siapa penerima barang haram tersebut.

“Kepada tersangka lebih baik menyerahkan diri, karena itu akan lebih baik,” tegas Harissandi.

RA mengaku bahwa dirinya sudah dua kali menjadi kurir narkoba. “Pertama saya mengantar barang haram sebanyak dua ribu gram, dan yang kedua ini saya mengantar dengan berat 3 ribu gram kepada orang yang sama,” jelas Harissandi.

Baca Juga :  RA Nyaris Diperkosa Kakak Ipar saat Dijemput Pulang Kerja

Kata RA, untuk satu kali antar, dirinya mendapatkan upah sebesar Rp 20 juta. “Uang itu saya gunakan untuk biaya anak saya sekolah,” singkat RA.

Atas ulahnya palaku dikenakan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati/seumur hidup. (ANA)

    Komentar