Pemprov Sumsel Diminta Evaluasi Total Pelaksanaan MBG Akibat Banyaknya Kasus Keracunan

- Redaksi

Jumat, 26 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa yang mengalami keracunan MBG. Foto: ist

Siswa yang mengalami keracunan MBG. Foto: ist

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul terjadinya kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di enam kabupaten dan kota.

Hingga Jumat 26 September 2025 tercatat sebanyak 296 siswa menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Dugaan sementara, insiden ini dipicu oleh lemahnya standar higienitas serta kurangnya pengawasan distribusi pangan di lapangan.

“Rantai distribusi makanan masih menjadi titik rawan. Banyak pelaku usaha yang belum memahami pentingnya higiene pangan, dan standar kebersihan juga belum seragam di setiap daerah,” ujar Pejabat Otoritas Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Jafrizal dalam keterangan yang diterima, Jum’at (26/9/2025).

Ia mengatakan kelemahan utama justru terletak pada aspek operasional di lapangan, bukan pada kebijakan program itu sendiri.

Menurutnya, pengawasan selama ini lebih banyak bersifat administratif daripada substantif karena keterbatasan sumber daya dan anggaran.

“Jika dilakukan pengawasan berbasis risiko dengan audit berkala serta penindakan tegas, seharusnya insiden seperti ini dapat dicegah,” katanya.

Ia menilai pogram MBG memiliki misi mulia dalam menyediakan pangan bergizi dan terjangkau bagi pelajar.

Namun, realisasi program harus dibarengi dengan tata kelola yang baik, termasuk penerapan standar sertifikasi pangan

Ia menekankan pentingnya penggunaan sertifikat resmi seperti Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk produk asal hewan, Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), serta Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) untuk industri rumah tangga dan pelaku UMKM pangan.

“Sertifikasi tersebut sangat penting untuk memastikan keamanan pangan dari hulu ke hilir,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah membentuk jejaring respon cepat di setiap daerah untuk menangani kejadian luar biasa seperti keracunan massal.

Ia juga menyarankan adanya integrasi teknologi digital dalam sistem pelaporan dan pemantauan pangan.

“Edukasi publik juga harus digencarkan. Jangan hanya isu keracunan yang viral, tetapi juga pesan-pesan tentang pentingnya keamanan dan higienitas pangan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Asap Karhutla dari OKI dan Muba Selimuti Palembang hingga Jambi, Pusat Beri Bantuan Tambahan
BPBD Gencarkan Modifikasi Cuaca Malam Hari
Tujuh Tersangka Karhutla Nonkorporasi Diproses di Sumsel, Satu Perkara Segera Disidangk
Pengabdian Masyarakat Lemdiklat Polri Ke Pemkot Penguat Keamanan sistem CCTV 
Polda Sumsel Salurkan Bantuan Rp1,066 Miliar untuk Korban Bencana di NTT
Kejari Palembang Periksa Admin PT Amanda Tiga Mandiri dan Anggota DPRD Terkait Dugaan Korupsi Lampu Jalan
Diduga Sebarkan Rekaman Pribadi Tanpa Izin, Staf TU SMA Negeri Dilaporkan ke Polisi
Nasabah Bongkar Tabungan Raib di Sidang Korupsi BTN e-Batara Pos, Rp125 Juta Tinggal Rp200 Ribu
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Asap Karhutla dari OKI dan Muba Selimuti Palembang hingga Jambi, Pusat Beri Bantuan Tambahan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:44 WIB

BPBD Gencarkan Modifikasi Cuaca Malam Hari

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Tujuh Tersangka Karhutla Nonkorporasi Diproses di Sumsel, Satu Perkara Segera Disidangk

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Pengabdian Masyarakat Lemdiklat Polri Ke Pemkot Penguat Keamanan sistem CCTV 

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Polda Sumsel Salurkan Bantuan Rp1,066 Miliar untuk Korban Bencana di NTT

Berita Terbaru

Sumsel

Merangkai Diksi, Menerapkan Pancasila

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:46 WIB

Sumsel

Menjadi Generasi Berjiwa Pancasila

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:43 WIB

Sumsel

Dari Hal-Hal Kecil, Saya Belajar tentang Pancasila

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:39 WIB

Sumsel

Menghidupkan Jiwa Pancasila dalam Diri

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:36 WIB

Sumsel

Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Saya

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:32 WIB