Pemerintah Kota Palembang Aktifkan Kembali Sirine dan Lampu Skylight sebagai Penanda Waktu dan Simbol Sejarah

- Redaksi

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID, – Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) resmi mengaktifkan kembali fungsi Sirine dan Lampu Skylight yang berada di Gedung Kantor Walikota Palembang/Gedung Ledeng. Pengaktifan kembali ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin, 16 Februari 2026.

Langkah ini diambil untuk mengembalikan nilai historis atau marwah dari gedung ikonik tersebut sebagai pusat perhatian kota sekaligus menjadi penanda waktu bagi masyarakat Palembang.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang, Kemas Haikal, menjelaskan bahwa pengoperasian sirine ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menjaga identitas kota.

“Sesuai arahan Bapak Walikota, kita ingin mengembalikan tradisi yang sempat melekat di hati masyarakat. Sirine dan Skylight ini adalah simbol sejarah yang bangkit. Selain sebagai ikon, fungsinya sangat praktis sebagai penanda waktu bagi warga yang beraktivitas di sekitar pusat kota,” ujarnya

Sirine akan berbunyi secara terjadwal untuk menandai beberapa waktu penting, yaitu ketika jam istirahat Senin sampai Kamis pada Pukul 12.00 WIB dan Jumat Pukul 11.30 WIB. Khusus untuk bulan Ramadhan, sirine akan dibunyikan khusus sebagai penanda waktu Imsak dan pada waktu Maghrib lampu Skylight akan dinyalakan sebagai penanda masuknya waktu berbuka puasa atau shalat Maghrib

Kemas Haikal juga mengimbau masyarakat agar tidak panik saat mendengar sirine pada jam-jam yang telah ditentukan tersebut. Ia menegaskan bahwa sirine terjadwal ini merupakan tanda informasi, bukan keadaan darurat.

“Kami ingin mengedukasi warga bahwa jika mendengar sirine di waktu-waktu tersebut, itu adalah kondisi aman. Namun, kami juga mengingatkan bahwa alat ini tetap berfungsi sebagai Early Warning System (EWS). Jika sirine berbunyi di luar jadwal yang ditentukan secara terus-menerus, warga tetap harus waspada terhadap kemungkinan adanya keadaan darurat atau bahaya,” pungkasnya.

Penulis : Yudiansyah

Editor : Jaks

Berita Terkait

Mantan Guru P3K di Palembang Diciduk, Uang Rp 250 Juta Raib dengan Janji Lolos CPNS
Didi Yanto Serahkan Berkas, Jadi Pendaftar Pertama Calon Ketua PSSI Sumsel
Diduga Anaknya Difitnah Saat Live TikTok Ibu ini Laporkan Pemilik Akun ke Polisi
Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Asusila, Ibu Lapor Polisi
KLF III Unsri Perluas Kompetisi Literasi Finansial ke Tingkat Nasional, Angkat Isu FOMO
Guru Fisika dari Ogan Ilir Tembus Top 12 Nasional Terpujilah Guru Telkomsel
Dipergoki Bawa Golok di Kawasan Monpera, YS Diamankan Polisi
Didakwa Terima Uang Pengurusan Pangkat ASN, Kepala BKPSDM Muratara Jalani Sidang Perdana

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Mantan Guru P3K di Palembang Diciduk, Uang Rp 250 Juta Raib dengan Janji Lolos CPNS

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Anaknya Difitnah Saat Live TikTok Ibu ini Laporkan Pemilik Akun ke Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Asusila, Ibu Lapor Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

KLF III Unsri Perluas Kompetisi Literasi Finansial ke Tingkat Nasional, Angkat Isu FOMO

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Guru Fisika dari Ogan Ilir Tembus Top 12 Nasional Terpujilah Guru Telkomsel

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah OKI, Ir. Asmar Wijaya, M.Si., saat sidak di Pasar Kayuagung kabupaten OKI

Ogan Komering Ilir

Kendalikan Inflasi, Pemkab OKI Hadirkan Pangan Bersubsidi untuk Warga

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:06 WIB