Pemerintah Gencarkan Penanganan Karhutla di Sumsel, OMC dan Waterboombing Dikerahkan

- Redaksi

Selasa, 29 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Sumsel, Herman Deru saat diwawancarai usai Apel
Siaga Karhutla, Selasa (29/7/2025). Foto: Tia

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Sumsel, Herman Deru saat diwawancarai usai Apel Siaga Karhutla, Selasa (29/7/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Pemerintah Republik Indonesia (RI) meningkatkan upaya serius dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Kami bersyukur kondisi Sumsel relatif stabil meskipun memiliki 2,1 juta hektare lahan gambut yang sangat rentan terbakar, ini berkat kerja keras semua pihak,” ujar Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq saat diwawancarai usai apel siaga karhutla, Selasa (29/7/2025).

Hanif menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto telah dijalankan secara maksimal dengan pendekatan lintas sektor dan teknologi.

“Sebagian besar kebakaran terjadi karena faktor kesengajaan. Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup bersama TNI dan Polri akan menindak tegas pelaku pembakaran dan menuntut pertanggungjawaban perusahaan pemegang konsesi yang lalai mencegah kebakaran,” tegasnya.

Ia mengungkapkan jika saat ini pihaknya juga tengah mendalami titik-titik api di dalam konsesi perusahaan.

Selain itu, upaya penanggulangan Karhutla akan terus dilakukan melalui pendekatan darat, udara, dan teknologi cuaca, termasuk implementasi sistem kanalisasi di sejumlah kabupaten sebagai solusi jangka panjang.

“Jika ditemukan tidak adanya upaya mitigasi, maka sanksi berat akan dijatuhkan sesuai dengan ketentuan dalam Inpres Nomor 3 Tahun 2019. Kerugian akibat Karhutla hingga kini tercatat mencapai lebih dari Rp18 triliun,” ungkapnya.

Ia menuturkan, selain dukungan pemerintah pusat dan daerah, keterlibatan sektor swasta juga diperkuat.

“Sebanyak 10 tim dari perusahaan seperti APP, RAPP, dan PTPN dikirim ke wilayah terdampak di Riau sebagai bentuk kolaborasi pengendalian Karhutla,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bagaimana efektivitas penggunaan helikopter dalam operasi pemadaman.

“Saat ini di Sumsel sudah beroperasi 1 heli OMC dan 3 heli waterbombing. Heli OMC seminggu lalu sudah berhasil menurunkan hujan di beberapa titik. Hari ini, cuaca terlihat mendung dan operasi OMC akan kembali dilaksanakan setelah apel ini, dengan harapan hujan deras kembali turun,” jelasnya.

Ia mengatakan helikopter waterbombing digunakan untuk memadamkan api di lokasi yang tidak bisa dijangkau darat, terutama di daerah pegunungan.

“Kami menerapkan body system, yakni dua heli beroperasi bersama agar tidak ada waktu terbuang hanya untuk pengisian air. Pengalaman tahun 2023, jumlah heli waterbombing di Sumsel mencapai sembilan unit. Saat ini baru tiga, tapi diharapkan bisa bekerja secara efisien. Setiap heli rata-rata mampu terbang 45 jam sekali operasi, dan total bisa mencapai 100–300 jam per bulan,” katanya.

Ditempat yang sama, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyampaikan target Sumsel tahun ini bisa zero asap. Bukan hanya karena gangguan terhadap aktivitas masyarakat atau diplomasi regional, tapi juga karena ini menyangkut kesehatan, lingkungan, dan martabat bangsa.

“Target kita zero asap, proteksi kita paling penting adalah kesehatan masyarakat. Kita tidak boleh kalah oleh api. Mari bersatu, sinergi, dan bekerja dengan sepenuh hati.,” ungkap dia.

Berita Terkait

Perkuat Pemerataan Pendidikan, Gubernur Herman Deru Resmikan Asrama SMA Negeri 3 Martapura
Gubernur Sumsel dan Bupati OKU Timur Kompak Serahkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir Desa Nusa Jaya
Sinergi Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel dalam Penyaluran Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana
Bank Sumsel Babel Rayakan HUT ke-68 dengan Semarak dan Kebersamaan
Reses Pimpinan dan Anggota DPRD Prov. Sumsel Masa Sidang IV Tahun 2025 Dapil Sumsel 2
19,6 Hektare Masih Bermasalah, Sengketa Lahan Hambat Proyek Tol Palembang–Betung
Pemprov Sumsel Survei Sungai Lematang, Kaji Alternatif Angkutan Batu Bara via Air
DPRD Prov. Sumsel sampaikan Laporan Banggar dan bersama Gubernur sepakati Raperda Perubahan APBD Prov.Sumsel TA 2025

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 19:05 WIB

Perkuat Pemerataan Pendidikan, Gubernur Herman Deru Resmikan Asrama SMA Negeri 3 Martapura

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:09 WIB

Gubernur Sumsel dan Bupati OKU Timur Kompak Serahkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir Desa Nusa Jaya

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:50 WIB

Sinergi Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel dalam Penyaluran Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana

Minggu, 9 November 2025 - 13:11 WIB

Bank Sumsel Babel Rayakan HUT ke-68 dengan Semarak dan Kebersamaan

Jumat, 17 Oktober 2025 - 20:35 WIB

Reses Pimpinan dan Anggota DPRD Prov. Sumsel Masa Sidang IV Tahun 2025 Dapil Sumsel 2

Berita Terbaru