PDIP Sebut Megawati Tak Pernah Rendahkan Jokowi

- Redaksi

Sabtu, 14 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Megawati saat memberikan pidato politiknya beberapa waktu lalu.
Foto: net

Megawati saat memberikan pidato politiknya beberapa waktu lalu. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) kasihan jika tidak ada PDIP, disorot sana-sini.

PDIP memastikan Megawati tidak pernah merendahkan Jokowi dalam pidatonya tersebut.
Sorotan terbaru datang dari relawan Jokowi. Ketum Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) Utje Gustaaf menilai, kalimat Megawati itu terasa menyakitkan.

Diketahui potongan pidato Megawati yang membicarakan ‘Jokowi kasihan dah’ itu tak ayal viral di media sosial. Dilansir detik.com, Sabtu (14/1/2023), pada Kamis lalu (12/1), unggahan potongan pidato itu menuai respons dari warganet yang mempersoalkan pernyataan Megawati.

Utje awalnya mengatakan, Jokowi bukan bagian dari golongan darah biru. Namun, menurutnya, Jokowi tak perlu lagi membuktikan siapa dirinya.

“Seorang Jokowi sang jelata yang tak berdarah biru, yang telah melalui proses dan memenangkan 2 kali Pilkada Walikota, 1 kali Pilkada Gubernur, 2 kali Pemilu Presiden tak perlu lagi membuktikan siapa dirinya,” kata Utje, Jumat (13/1/2023).

Utje memandang orang yang merendahkan Jokowi mencerminkan tidak puas dan cenderung terpeleset diri. “Yang merendahkan Pak Jokowi bisa jadi adalah orang-orang yang tak puas, tak bersyukur atau cenderung terpeleset diri,” katanya.

Utje menilai bisa saja Megawati tak bermaksud merendahkan Jokowi dalam pidatonya. Namun, kata Utje, kalimat Megawati menyakitkan bagi relawan Jokowi.

“Mungkin saja Bu Mega tidak bermaksud merendahkan Pak Jokowi saat beliau berpidato dalam HUT 50 tahun PDIP tanggal 10 Januari 2023 beberapa hari lalu, tapi bagi kami tetap saja hal itu terasa menyakitkan,” imbuhnya.

PDIP pun kembali menjelaskan pidato Megawati tersebut. Ketua DPP PDIP Said Abdullah membeberkan konteks pernyataan Megawati di HUT PDIP ke-50 itu.

Said menyebut pernyataan Megawati disampaikan dalam acara yang ditujukan untuk internal PDIP. Selain itu, dia menyebut Megawati justru hendak menyampaikan bahwa Jokowi juga kader dari PDIP yang didukung menjadi presiden.

“Pidato Bu Mega di HUT 50 tahun PDI Perjuangan adalah acara internal. Refleksi bersama perjalanan PDI Perjuangan dan perjuangannya sebagai partai berideologi nasionalis. Pernyataan Bu Mega terkait Pak Jokowi tidak akan menjadi presiden jika tidak dicalonkan oleh PDI Perjuangan adalah wujud refleksi bahwa semua kader PDI Perjuangan,” kata Said, Jumat (13/1/2023).

Said mengatakan, secara prosedural, Megawati benar menyampaikan Jokowi tidak akan bisa menjadi presiden tanpa adanya PDIP. Menurutnya, Jokowi bahkan tidak akan bisa maju sebagai capres jika tak didukung oleh PDIP.

“Memang harus kita akui, syarat pencalonan presiden adalah tiket partai politik. Jadi jika kita maknai pernyataan Bu Mega secara prosedural memang benar adanya. Karena tiket pencalonan dari PDI Perjuanganlah Pak Jokowi memenuhi syarat menjadi calon presiden. Kalau syarat pencalonan tidak terpenuhi tentu saja beliau tidak akan meungkin menjadi calon presiden. Kalau menjadi calon sah presiden saja gagal, apalagi jadi presiden. Bukankah itu logika konstitusionalnya?,” jelasnya.

Namun demikian, Said tidak menitikberatkan pernyataan Megawati pada persoalan legal-formal pencalonan presiden. Lebih jauh, dia menyampaikan bahwa semua kader PDIP yang saat ini menduduki jabatan publik merupakan hasil kerja gotong royong PDIP.

“Ada peran besar PDI Perjuangan bagi setiap kader yang menduduki jabatan-jabatan publik di semua tingkatan, baik di eksekutif, maupun legislatif. Dan hal itu adalah hasil kerja gotong royong segenap petugas partai. Pesan sentral Bu Mega adalah mengingatkan semua kader, tak terkecuali Presiden Joko Widodo untuk selalu meresapi prinsip kerja gotong royong. Inilah poin dari pernyataan Bu Mega tersebut,” tegasnya.

Karena itulah, dia menilai sesat dan keliru jika pernyataan Megawati kepada Jokowi dianggap merendahkan martabat Jokowi sebagai presiden. Megawati, kata dia, justru memuji kinerja Jokowi selama menjadi presiden.

“Jadi jangan dipotong potong, apalagi pihak luar ikutan baper, sebab ini bukan ditujukan kepada siapa pun. Apalagi pihak luar memaknai ini sikap merendahkan Presiden Jokowi, keliru dan hal itu sesat pikir karena tidak memahami utuh pernyataan Bu Mega dan konteks pidatonya yang untuk internal partai. Dan Ibu Mega juga memuji kinerja Presiden Jokowi dalam pidatonya. Kenapa bukan ini yang dibahas?” tuturnya. (*)

Berita Terkait

Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke Satgas PKH di Jakarta
Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke BPK RI
Komisi I DPRD Sumsel Diterima Bupati OKU Timur, Bapak Ir H Lanosin, ST.,MT., MM dalam Kunjungan Kerja Koordinasi Pemerintahan Daerah di OKU Timur
KOMISI III DPRD SUMSEL PELAJARI STRATEGI OPTIMALISASI PAD DAN PENGELOLAAN FISKAL DI DPRD DIY
Perjuangan Masyarakat Banyuasin Berbuah Hasil, Komisi II DPR RI Desak Pencabutan HGU PT Melania Indonesia
Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026
Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hadiri Panen Raya Jagung Serentak di OKU Selatan
Ketua DPRD Sumsel dan Unsur Buruh Audiensi ke Kemenaker RI dan DPR RI Jakarta, 12–13 Mei 2026

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:38 WIB

Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke Satgas PKH di Jakarta

Senin, 25 Mei 2026 - 19:24 WIB

Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke BPK RI

Senin, 25 Mei 2026 - 18:45 WIB

Komisi I DPRD Sumsel Diterima Bupati OKU Timur, Bapak Ir H Lanosin, ST.,MT., MM dalam Kunjungan Kerja Koordinasi Pemerintahan Daerah di OKU Timur

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:16 WIB

KOMISI III DPRD SUMSEL PELAJARI STRATEGI OPTIMALISASI PAD DAN PENGELOLAAN FISKAL DI DPRD DIY

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:36 WIB

Perjuangan Masyarakat Banyuasin Berbuah Hasil, Komisi II DPR RI Desak Pencabutan HGU PT Melania Indonesia

Berita Terbaru