Nama: Claudia Aulia Putri
NIM : PO7124126106
Prodi: D3 Kebidanan
Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Mahasiswa dan Calon Bidan
Menurut saya, Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara yang dipelajari di kelas, tetapi juga menjadi pedoman dalam bersikap dan menjalani kehidupan sehari-hari. Sebagai mahasiswa baru kebidanan, saya merasa nilai-nilai Pancasila akan selalu saya butuhkan, baik selama menjalani perkuliahan maupun ketika nantinya memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Saya percaya bahwa setiap kegiatan harus diawali dengan doa dan rasa syukur kepada Tuhan. Saya juga berusaha menjaga salat lima waktu sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Selain itu, saya harus menghormati teman yang memiliki agama atau keyakinan yang berbeda. Sikap tersebut sesuai dengan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengajarkan kita untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan, menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing, serta saling menghormati tanpa membedakan keyakinan.
Saat memasuki dunia perkuliahan, saya bertemu dengan banyak teman dari berbagai daerah, suku, dan karakter. Awalnya saya merasa canggung, tetapi saya menyadari bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dipermasalahkan. Justru, saya harus mampu berteman dengan siapa saja karena hal tersebut mencerminkan sila ketiga, Persatuan Indonesia, yang mengajarkan kita untuk tetap bersatu meskipun memiliki banyak perbedaan.
Ketika mengerjakan tugas kelompok, saya juga belajar untuk mendengarkan pendapat teman. Walaupun pendapat saya berbeda, saya tidak boleh memaksakan kehendak. Saya harus menghargai hasil keputusan bersama. Sikap tersebut sesuai dengan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, yang mengajarkan pentingnya musyawarah untuk mencapai mufakat sehingga setiap keputusan dapat diterima dengan baik.
Sebagai calon bidan, saya ingin memiliki rasa peduli kepada semua orang. Saya tidak ingin memilih-milih teman ataupun pasien. Menurut saya, semua orang berhak mendapatkan perlakuan yang sama. Sikap ini sesuai dengan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang mengajarkan kita untuk bersikap adil, tidak pilih kasih, dan menghargai hak setiap orang.
Selain itu, saya juga ingin menjadi pribadi yang memiliki rasa empati. Jika ada teman yang mengalami kesulitan, saya ingin membantu semampu saya tanpa mengharapkan balasan. Saya percaya bahwa sikap saling menghargai, saling menolong, dan memperlakukan orang lain dengan sopan merupakan bentuk penerapan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena sila ini mengajarkan kita untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan menghormati martabat setiap orang.
Saya juga menyadari bahwa saya memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan saya adalah mudah bergaul, peduli kepada orang lain, dan senang membantu teman. Menurut saya, sikap tersebut mencerminkan sila kedua dan sila ketiga karena mengajarkan nilai kemanusiaan serta persatuan. Namun, saya masih memiliki kekurangan, yaitu terkadang kurang percaya diri ketika berbicara di depan banyak orang. Saya ingin terus belajar agar lebih berani menyampaikan pendapat dalam musyawarah sehingga dapat menerapkan nilai sila keempat dengan lebih baik.
Bagi saya, jika kelima sila Pancasila diterapkan sejak menjadi mahasiswa, saya tidak hanya akan menjadi mahasiswa yang bertanggung jawab, tetapi juga dapat tumbuh menjadi bidan yang profesional, peduli, mampu menghargai perbedaan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, saya berharap dapat menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus calon bidan yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan keadilan.







