Narkoba Penyebab Angka Perceraian di Kabupaten OKI dan OI

- Redaksi

Jumat, 3 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, KAYU AGUNG – Pengadilan Agama Kayu Agung mencatat kasus perceraian banyak terjadi akibat faktor ekonomi, yang menempati peringkat teratas. Disusul kemudian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan Narkoba.

Hal itu terungkap saat Pengadilan Agama Kayu Agung merilis kasus perceraian tahun 2020-, serta banyak menerima laporan gugatan perceraian untuk wilayah kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir merilis hasil kasus perceraian dari tahun 2020 – 2021 sampai akhir Mei 2022.

Dari Pengadilan Agama Kayu Agung, tercatat sidang perceraian selama tahun 2020 mencapai angka 1.345 kasus. Di antaranya cerai gugat diajukan istri sebanyak 1.015 dan gugat diajukan oleh suami sebanyak 330 kasus. Untuk tahun 2021 angka perceraian naik sedikit, yaitu sebanyak 1.352 kasus, cerai gugat 1.025 dan cerai talak 327.

Hingga bulan Mei tahun 2022 ini pengadilan agama Kayu Agung sudah 873 perkara yang sudah putus sidang 712 dan berhasil di damaikan (rujuk) sebanyak 23 perkara.

Dari wawancara Wartawan Suarapublik kepada juru bicara humas pengadilan agama kayu agung, M.Arqom Pamulutan.SAg, MA, kasus perceraian di Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir tinggi.

” Tingginya angka perceraian di pengadilan agama kayu agung banyak diajukan oleh para istri. Penyebabnya, faktor ekonomi 40%, KDRT 35%. Ini rata-rata terjadi arahnya dikarenakan sang suami pemakai narkoba, berjudi dan selingkuh 25%,” ujarnya. (Ali)

Berita Terkait

Video Beredar, Massa Bakar Fasilitas PT BCP di OKI Usai Dugaan Penembakan Warga
Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan melalui Dukungan Infrastruktur dan Percepatan Ekonomi Ramah Lingkungan
Kejari OKI Dalami Dugaan Penyimpangan di BRI Unit Pampangan, Masih Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara
Belum Perdulinya Sikap OPD OKI Terhadap Peran Jurnalis
Raih Nilai ‘Baik’ dalam Penilaian Pelayanan Publik, RSUD Kayuagung Berikan Kepuasan untuk Masyarakat 
Sekda Sumsel Edward Candra Hadiri Tradisi Midang Morge Siwe di Kayuagung, Apresiasi Nilai Budaya dan Pariwisata
OKI Gencarkan Gerakan Anti-Scam, Masyarakat Diajak Waspada Kejahatan Siber
TPID OKI Sidak Agen Sembako Pastikan Stok Aman Jelang Lebaran

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:01 WIB

Video Beredar, Massa Bakar Fasilitas PT BCP di OKI Usai Dugaan Penembakan Warga

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:11 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan melalui Dukungan Infrastruktur dan Percepatan Ekonomi Ramah Lingkungan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:17 WIB

Kejari OKI Dalami Dugaan Penyimpangan di BRI Unit Pampangan, Masih Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WIB

Belum Perdulinya Sikap OPD OKI Terhadap Peran Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 14:33 WIB

Raih Nilai ‘Baik’ dalam Penilaian Pelayanan Publik, RSUD Kayuagung Berikan Kepuasan untuk Masyarakat 

Berita Terbaru