Manfaatkan Lahan Sawit Untuk Budidaya Sapi Lewat Pola Siska

- Redaksi

Kamis, 22 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manfaatkan Lahan Sawit Untuk Budidaya Sapi Lewat Pola Siska. Kolaborasi BPDPKS dan Aspekpir.

Manfaatkan Lahan Sawit Untuk Budidaya Sapi Lewat Pola Siska. Kolaborasi BPDPKS dan Aspekpir.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Agar petani Sawit tak hanya berharap pada Hasil panen yang ditunggu, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia mengajak para Petani Sawit di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk memanfaatkan lahan sawit dengan mengembangkan budidaya sapi melalui pola integrasi sapi sawit (Siska).

Tak hanya memberikan petani sawit penghasilan tambahan, pengembangbiakan sapi di lahan Sawit juga mendukung Swasembada Daging. Tak hanya itu, petani juga mendapatkan keuntungan dari pupuk alami (Kotoran Sapi) untuk Tanaman Sawit mereka.

Kolaborasi BPDPKS dan Aspekpir terwujud dalam Workshop UKMK Berbasis Kelapa Sawit, Kegiatan yang dilaksanakan di Kota Palembang, Sumatra Selatan pada 22 Agustus 2024 tersebut mengangkat tema Memanfaatkan Lahan Perkebunan Sawit Sebagai Sentra Budidaya Sapi Melalui Penerapan Sistem Integrasi Sapi Sawit (SISKA) Menuju Swasembada Daging tersebut menghadirkan peserta dari berbagai kelompok tani dan koperasi anggota Aspekpir se- Sumatra Selatan.

Workshop menghadirkan narasumber Staf Ahli Menteri Pertanian Prof Ali Agus, Wakil Menteri Pertanian periode 2011-2014 Rusman Heriawan, Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah, Ketua DPD I Aspekspir Sumsel Bambang Gianto, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Agus Darwa dan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Rahmat Mulia Harahap, Direktur Utama PT Livestock Internasional Network Company Rino Hadiwijaya Puradireja.

Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah mengatakan lembaganya sangat mendukung kegiatan Aspekpir Indonesia dalam mengembangkan budidaya sapi melalui pola Siska dalam rangka memberdayakan UKMK kelapa sawit di Indonesia dan mendukung swasembada daging.

BPDPKS memiliki misi menjalankan kebijakan Pemerintah dalam program pengembangan sawit berkelanjutan melalui penghimpunan, pengembangan, dan penyaluran dana sawit yang terpadu dan tepat guna, secara profesional dan akuntabel.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, promosi, peremajaan, sarana dan prasarana hingga pemenuhan kebutuhan pangan serta hilirisasi industri perkebunan kelapa sawit serta penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati.

“Kinerja BPDPKS diukur didasarkan pada kemampuan menghimpun, mengelola dan menyalurkan dana. Dana yang disalurkan akan memberikan dampak bagi peningkatan kinerja sektor sawit di Indonesia,” katanya saat memberikan kata sambutan.

Sementara itu, Wakil Ketua Aspekpir Indonesia yang juga Ketua DPD I Aspekpir Sumatra Selatan Bambang Gianto menjelaskan jika saat ini, budidaya sapi melalui pola Siska di kalangan petani sawit plasma anggota Aspekpir Sumsel, sudah cukup banyak dikembangkan.

Hanya saja, katanya, pengembangan budidaya sapi bagi anggota Aspekpir di Sumatra Selatan saat ini belum terhimpun dalam wadah organisasi yang kuat. “Contohnya di wilayah kami di Muba, tidak kurang dari 1.500 ekor sapi dibudidayakan petani plasma melalui pola Siska,” katanya.

Menurut dia, ke depan, dengan dukungan BPDPKS, pihaknya akan mengakselerasi populasi sapi dan peternak sapi dengan pola Siska bagi anggota Aspekpir di Sumatra Selatan. “Nilai tambah bagi petani sawit sangat besar sehigga pola Siska dapat dikembangkan bagi petani plasma sawit anggota Aspekpir,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Ir. Agus Darwa, M.Si mengatakan untuk mendukung budidaya sapi berbasis kelapa sawit secara masif, sangat penting mendapatkan dukungan BPDPKS mengingat dana dari yang dihimpun BPDPKS sangat besar.

Menurut dia, pengembangan budidaya sapi berbasis kelapa sawit dapat dimasukkan ke dalam bagian yang dapat dibantu oleh BPDPKS melalui bidang Sarpras, khususnya terhadap petani sawit yang melakukan replanting. “Kalau ini dapat dimasukkan ke dalam Sarpras, dana Sarpras bisa dapat dioptimalkan penyerapanya,” katanya.

Rusman Heriawan, Ketua Dewan Pengawas Aspekpir Indonesia menjelaskan budidaya pola Siska hadir dan makin penting saat jumlah populasi sapi menurun dalam 10 tahun terakhir dan pola Siska akan mendorong investasi perusahaan sawit dan pemerintah terutama dalam pengadaan sapi bakalan dan sapi indukan.

Pada kegiatan tersebut, juga ditandatangani nota kesepahamanan antara Aspekpir Sumatra Selatan dengan PT Livestock Internasional Network Company dalam rangka percepatan pengembangan budidaya sapi pola Siska di Sumatra Selatan melalui pendampingan managemen, pemanfaatan teknologi, pembibitan dan pemasaran.

Dari MoU itu, akan ditindaklanjuti dengan penyusunan program kerja bersama untuk mengembangkan budidaya sapi pola Siska bagi petani plasma anggota Aspekpir di Sumatra Selatan.

Berita Terkait

Bukan Cuma Jaminan Hari Tua, BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Punya Rumah Lewat Program MLT
Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel Secara Aklamasi, Joncik Muhammad Tekankan Soliditas dan Profesionalisme
134,31 Hektare Lahan Karhutla Masuk Penanganan Polda Sumsel, 53 Orang Jadi Tersangka
Astra Motor Sumsel Tetapkan Dua Guru Inspiratif Terbaik, Siap Melaju ke Seleksi Nasional
KY Gelar Diskusi Publik di Palembang, Bahas Penguatan Kewenangan dan Integritas Peradilan
Dua Pelaku Penembak Anggota Satres Narkoba Palembang Ternyata Pernah Curi Motor di SU I
Iming-Imingi Uang Rp5 Ribu, Pria 49 Tahun Diduga Cabuli Bocah 10 Tahun hingga Lima Kali
Hotel The ALTS Somasi Terbuka Pendemo, Siapkan Jalur Hukum Jika Tuduhan Tak Terbukti

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Bukan Cuma Jaminan Hari Tua, BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Punya Rumah Lewat Program MLT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel Secara Aklamasi, Joncik Muhammad Tekankan Soliditas dan Profesionalisme

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:33 WIB

134,31 Hektare Lahan Karhutla Masuk Penanganan Polda Sumsel, 53 Orang Jadi Tersangka

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:05 WIB

KY Gelar Diskusi Publik di Palembang, Bahas Penguatan Kewenangan dan Integritas Peradilan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Dua Pelaku Penembak Anggota Satres Narkoba Palembang Ternyata Pernah Curi Motor di SU I

Berita Terbaru