Kulit Tetap Sehat dan Cerah Saat Ramadhan, Ini Saran Dokter Spesialis Kulit di Palembang

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID

Bulan suci Ramadhan selalu disambut penuh sukacita. Namun di balik kekhusyukan beribadah, perubahan pola makan, waktu tidur, dan asupan cairan kerap memengaruhi kondisi tubuh, termasuk kesehatan kulit.Dokter spesialis kulit dan kelamin dari RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, dr. Yuli Kurniawati, SpDVE, Subsp. DKE, mengingatkan bahwa berkurangnya asupan cairan selama puasa dapat memicu kulit kering, kusam, bahkan lebih sensitif.

“Kurangnya cairan membuat hidrasi kulit menurun. Ditambah waktu tidur yang sering berkurang, proses regenerasi sel kulit bisa terganggu,” ujar dr. Yuli yang juga bertugas di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dan praktik di Klinik Adhitia 3 Palembang.

Menurutnya, kunci menjaga kulit tetap sehat selama Ramadhan terletak pada konsistensi melakukan perawatan dasar, yakni pembersihan, pelembap, dan perlindungan dari sinar matahari.

Pertama, gunakan sabun pembersih wajah sesuai jenis kulit. Untuk kulit berminyak, hindari terlalu sering mencuci wajah karena justru dapat memicu produksi minyak berlebih dan iritasi. Penggunaan toner pun tidak boleh berlebihan agar kulit tidak semakin kering.

Bagi yang menggunakan riasan lengkap seperti foundation dan bedak padat, pembersihan harus dilakukan dua tahap. Mulailah dengan milk cleanser, kemudian lanjutkan dengan sabun wajah. “Jangan hanya mengandalkan micellar water jika memakai make up tebal. Pastikan wajah benar-benar bersih sebelum tidur,” tegasnya.

Kedua, pemakaian pelembap wajib disesuaikan dengan jenis dan usia kulit. Remaja, kata dia, perlu berhati-hati memilih produk yang marak di media sosial karena tidak semuanya cocok. Salah pilih justru bisa memicu jerawat dan iritasi.

Ketiga, penggunaan tabir surya minimal SPF 30 menjadi langkah yang tidak bisa ditawar. Paparan sinar ultraviolet pada pukul 10.00–15.00 sebaiknya dihindari. Tabir surya perlu diulang setiap tiga hingga empat jam dan digunakan tidak hanya di wajah, tetapi juga leher serta telinga

“Meski di dalam ruangan, tabir surya tetap diperlukan. Anak-anak usia di atas enam bulan juga sudah bisa menggunakan sunscreen dengan formulasi sesuai usia,” jelasnya.

Perawatan tambahan seperti krim malam dan serum tetap bisa digunakan selama puasa, asalkan sesuai kebutuhan kulit dan di bawah pengawasan dokter.

Bahan aktif seperti retinoat, asam salisilat, AHA, BHA, maupun hidrokuinon harus dipakai secara bijak. Pengelupasan berlebihan berisiko menyebabkan kemerahan menetap hingga muncul flek kehitaman.

“Tidak ada perawatan instan. Regenerasi kulit berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu. Jangan mudah tergiur klaim berlebihan di media sosial,” ujarnya.

Serum yang sensitif terhadap sinar UV, seperti vitamin C atau AHA, sebaiknya digunakan pada malam hari. Jika muncul tanda iritasi atau kulit terasa sangat kering, pemakaian perlu dihentikan sementara.

Perawatan facial rutin setiap dua hingga empat minggu tetap diperbolehkan selama Ramadhan, dengan catatan dilakukan di klinik terpercaya dan di bawah pengawasan dokter.

Untuk tindakan seperti laser atau IPL, dr. Yuli menegaskan prosedur harus dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Tidak semua masalah kulit memerlukan tindakan laser.

“Banyak kasus kerusakan kulit akibat tindakan yang dilakukan bukan oleh ahlinya. Risiko seperti kemerahan berat hingga luka bakar bisa terjadi dan berujung permanen,” katanya.

Ia juga menyarankan menghindari tindakan laser invasif seperti CO2 fraksional menjelang Lebaran karena masa pemulihan bisa menyebabkan kemerahan beberapa hari.

Selain perawatan dari luar, kesehatan kulit sangat dipengaruhi pola makan dan gaya hidup. Saat berbuka dan sahur, perbanyak konsumsi protein, sayur, dan buah yang mengandung banyak air seperti semangka, pepaya, jeruk, dan melon.

Batasi makanan terlalu manis, tinggi gula, dan lemak. Asupan air putih minimal delapan gelas per hari bisa dibagi antara sahur dan berbuka.

Tak kalah penting, waktu tidur ideal tujuh hingga delapan jam per hari tetap diupayakan. Jika memungkinkan, sempatkan istirahat siang sekitar satu jam dan lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga selama 30 menit agar tubuh tetap bugar.

“Puasa bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan kulit. Dengan pola hidup seimbang dan perawatan yang tepat, kulit tetap sehat dan cerah hingga Idul Fitri,” pungkasnya.

Penulis : Hasan Basri

Editor : Jaks

Berita Terkait

Pemkot Palembang Pastikan PPPK Paruh Waktu Terima THR 2026
BNNP Sumsel Musnahkan Ribuan Pil Ekstasi dan Liquid Etomidate Hasil Ungkap Jaringan Internasional
Coretax dan Amanda Jadi Instrumen Penguatan Karier Dosen
Tips #Cari_Aman Mudik Lebaran, Astra Motor Sumsel Ingatkan Etika dan Teknik Berkendara
Terdakwa Korupsi Pasar Cinde Divonis 5 Tahun 4 Bulan, Uang Pengganti Hanya Rp100 Juta
Bulog Sumsel Babel Gelar Gerakan Pangan Murah di Palembang, Herman Deru: Beli Beras Dapat Bonus Minyak atau Gula
Bandara SMB II Siapkan 121 Penerbangan Tambahan dan Diskon Tiket Fasilitasi Pemudik Lebaran
Posko Angkutan Lebaran Idul Fitri 2026 Dimulai, KAI Divre III Palembang Laksanakan Apel Gelar Pasukan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:01 WIB

Pemkot Palembang Pastikan PPPK Paruh Waktu Terima THR 2026

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:57 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan Ribuan Pil Ekstasi dan Liquid Etomidate Hasil Ungkap Jaringan Internasional

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:54 WIB

Coretax dan Amanda Jadi Instrumen Penguatan Karier Dosen

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:22 WIB

Tips #Cari_Aman Mudik Lebaran, Astra Motor Sumsel Ingatkan Etika dan Teknik Berkendara

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:19 WIB

Terdakwa Korupsi Pasar Cinde Divonis 5 Tahun 4 Bulan, Uang Pengganti Hanya Rp100 Juta

Berita Terbaru