Kota Tujuan Wisata, Pagar Alam Waspada Dampak Negatif Orang Asing

- Redaksi

Kamis, 6 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakor pemantauan orang asing tahun 2022 di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

Rakor pemantauan orang asing tahun 2022 di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Sebagai Kota tujuan wisata di Sumsel serta memiliki objek vital dalam lalu lintas orang asing yakni tranposrtasi udara, Kota Pagar Alam dinilai harus memahami langka preventif deteksi dini Kambtibmas, serta harus mampu menjaga stabilitas daerah serta kewaspadaan dini terhadap dampak negatif yang timbul akibat orang asing.

Hal ini dipaparkan Asisten I Bidang Pemerintahan dan  Kesejahteraan Rakyat Kota Pagar Alam, Dahnial Nasution, saat membuka Rapat Koordinasi Pemantauan Orang Asing Di Kota Pagar Alam Tahun 2022, di Aula Kantor Kesbangpol Kota Pagar Alam, Kamis (6/10/2022).

Dahnial menjelaskan, pada situasi global dalam tiga tahun terakhir ini, semua telah menghadapi banyak kejadian luar biasa dengan adanya wabah COVID-19, dan kini dengan mulai adanya kekhawatiran akan masuknya virus cacar monyet, Hepatitis dan berbagai penyakit lainnya.

“Tentunya semua hal tersebut menjadi keprihatinan dan perlu menjadi perhatian kita bersama baik pencegahan penyebaran maupun penanganannya,” ujarnya.

Terkait pemantauan orang asing di Lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam, ia mengatakan bahwa untuk mengoptimalkan, diperlukan peran lintas sektor mulai dari Kelurahan dan Kecamatan sebagai garda terdepan dalam hal pemantauan orang asing di wilayahnya.

“Kita berharap dengan adanya rakor ini akan terjalin penyamaan persepsi dalam hal pemantauan orang asing dan peningkatan kenyamanan keimigrasian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta investasi di Kota Pagar Alam,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona
Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan
Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan
Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial
Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo
Gerebek Tempat Karaoke, Tim Gabungan Temukan Tiga Pemandu Karaoke Positif Narkoba
LUAR BIASA! Jawab Krisis Khatib IKADI Pagar Alam Turut Pecahkan Rekor MURI Dalam Pelatihan Khatib Nasional
Warning Bagi Pelaku Usaha Rongsokan Pagar Alam,Pasca Kebakaran Disimpang Kerte Diwe Izin Dan Dampak Lingkungan Kini Disorot

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona

Minggu, 1 November 2026 - 18:00 WIB

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo

Berita Terbaru