Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

fhoto (istimewa) : dua petani sekaligus penggiat kopi asal pagar alam tampil dalam ajang internasional Gastronomic Forum Barcelona 2026

fhoto (istimewa) : dua petani sekaligus penggiat kopi asal pagar alam tampil dalam ajang internasional Gastronomic Forum Barcelona 2026

SUARAPUBLIK.ID,PAGAR ALAM Sebuah sejarah baru tercipta untuk Bumi Besemah. Berbekal semangat, harapan, dan cita-cita besar untuk mengembalikan kejayaan kopi Pagar Alam di pasar dunia, dua petani asal Kota Pagar Alam menempuh perjalanan panjang selama 18 jam dengan jarak 15.469 kilometer dari kota tercinta menuju Barcelona, Spanyol.

 

Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan lintas negara. Ini adalah sebuah langkah bersejarah, sebuah misi diplomasi rasa, dalam memperjuangkan identitas, potensi, dan masa depan kopi Pagar Alam di panggung internasional.

 

Dua petani pejuang itu adalah Azhari dan Eko Nando, pegiat sekaligus petani kopi sejati yang mewakili Pagar Alam, bahkan Indonesia, dalam ajang internasional Gastronomic Forum Barcelona 2026,yang berlangsung pada 2–4 November 2026 di Barcelona, Spanyol.

 

Kehadiran delegasi Pagar Alam ini membawa misi besar, yakni memperkenalkan kekayaan kopi Robusta dan Arabika Pagar Alam kepada dunia melalui branding KOPI RADEN KUNING sebuah identitas baru yang diharapkan mampu menjadi representasi keunggulan, karakter, sejarah, dan kekayaan cita rasa kopi Pagar Alam.

 

“Kopi Pagar Alam memiliki perjalanan sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan perkebunan kopi di Sumatera Selatan sejak masa kolonial. Jejak sejarah perdagangan kopi pada masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) menjadi bagian dari perjalanan panjang kopi Nusantara menuju pasar Eropa,” ujar Eko Nando dari Barcelona.

 

Kini, setelah berabad-abad berlalu, kopi dari tanah Pagar Alam kembali hadir di Eropa. Bedanya, bukan lagi sebagai komoditas perdagangan kolonial, melainkan sebagai produk unggulan daerah yang dibawa langsung oleh masyarakat dan petaninya sendiri.

 

“Dalam ajang internasional ini, Delegasi Kopi Pagar Alam mendapatkan kesempatan istimewa untuk mewakili Indonesia bersama enam perusahaan multinasional. Ini kebanggaan yang luar biasa bagi kami petani kecil dari lereng Dempo,” jelasnya.

 

 

Ia mengatakan, Partisipasi bersejarah ini terlaksana melalui dukungan dan fasilitasi Kementerian Hukum, Kementerian Perdagangan RI, serta dukungan penuh Pemerintah Kota Pagar Alam di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Ludi Oliansyah.

 

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani menjadi kekuatan penting dalam membawa potensi kopi Pagar Alam menuju pasar global,” kata Nando.

 

Lebih dari sekadar memperkenalkan produk, kehadiran Kopi Raden Kuning di Barcelona membawa pesan tegas bahwa kopi Pagar Alam memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional.

 

“Mulai dari karakter khas Robusta yang kuat hingga keistimewaan Arabika Dempo yang memiliki keragaman cita rasa, semuanya merupakan kekayaan alam dan hasil kerja keras para petani yang patut mendapatkan pengakuan dunia,”imbuhnya.

 

Sementara Azahari menambahkan, Di balik setiap biji kopi yang dibawa ke Barcelona, terdapat cerita tentang tanah, alam, tradisi, perjuangan, dan harapan masyarakat Pagar Alam. Ada kerja keras petani, dedikasi para pelaku kopi, serta cita-cita generasi penerus untuk menjadikan kopi sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.

 

“Kehadiran dua petani Pagar Alam dalam forum gastronomi internasional ini juga menjadi simbol bahwa petani bukan hanya berada di balik proses produksi, tetapi memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan komoditas kopi. Petani harus menjadi bagian dari perjalanan promosi, diplomasi, perdagangan, hingga pengembangan pasar kopi dunia,” tegas Ayik.

 

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah dengan penuh bangga menyampaikan dukungannya.

 

“Barcelona menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan Kopi Raden Kuning kepada dunia, membangun kepercayaan pasar internasional, membuka peluang kemitraan, serta memperkuat posisi kopi Pagar Alam sebagai salah satu identitas unggulan Indonesia,” ujar Wako Ludi.

 

“Perjalanan ini mungkin hanya dimulai oleh dua orang petani, tetapi harapan yang dibawanya adalah harapan ribuan petani kopi dan seluruh masyarakat Kota Pagar Alam. Mereka datang bukan sekadar membawa kopi. Mereka membawa sejarah, identitas, kebanggaan, dan cita-cita besar agar kopi Pagar Alam kembali dikenal dan diperhitungkan oleh dunia,” pungkas wako.

Penulis : Delta Handoko

Editor : Jaks

Berita Terkait

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan
Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan
Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial
Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo
Gerebek Tempat Karaoke, Tim Gabungan Temukan Tiga Pemandu Karaoke Positif Narkoba
LUAR BIASA! Jawab Krisis Khatib IKADI Pagar Alam Turut Pecahkan Rekor MURI Dalam Pelatihan Khatib Nasional
Warning Bagi Pelaku Usaha Rongsokan Pagar Alam,Pasca Kebakaran Disimpang Kerte Diwe Izin Dan Dampak Lingkungan Kini Disorot
670 PPPK Pagar Alam Digembleng Kenali Nilai dan Etika, Wako Ludi: Disiplin Adalah Cerminan Loyalitas dan Kejujuran

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona

Minggu, 1 November 2026 - 18:00 WIB

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo

Berita Terbaru

Foto : korban membuat laporan polisi

Kota Palembang

Dilarang Bekerja sebagai ART, Nurhayati Justru Dianiaya Pacar Sendiri

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:24 WIB

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat diwawancarai di Griya Agung Palembang, Selasa (3/11/2026). foto: tia

Kota Palembang

Herman Deru Soroti Banyak Kendaraan Sumsel Pakai Identitas Orang Lain

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:22 WIB

 tersangka

Kota Palembang

Curi Mobil Kantor Rp400 Juta, TR Ditangkap Unit Ranmor di Kota Padang

Selasa, 3 Nov 2026 - 12:51 WIB