Ketua Masjid di Palembang Dilaporkan atas Kasus Pemukulan Ketua RT di Acara Tahlilan

- Redaksi

Kamis, 16 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdul Latif, korban Pemukulan oleh Ketua Masjid di Palembang.

Abdul Latif, korban Pemukulan oleh Ketua Masjid di Palembang.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebuah insiden pemukulan yang terjadi di Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, Palembang, tengah menjadi sorotan. Oknum Ketua Masjid Babul Iman, Fatona Jaya Ibnu Warsan, dilaporkan telah melakukan pemukulan terhadap Abdul Latif, Ketua RT 002/001 setempat. Kejadian tersebut terjadi pada 24 Oktober 2024, saat acara tahlilan yang dihadiri oleh warga sekitar.

Pemukulan ini dilaporkan ke Polsek Kemuning Palembang dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/118/X/2024, yang tercatat pada pukul 21.30 WIB. Akibat tindakan kekerasan tersebut, Abdul Latif mengalami luka fisik berupa lebam pada pelipis kiri dan pusing kepala, yang tercatat dalam rekam medis Rumah Sakit Hermina pada malam kejadian.

“Saya merasa sangat malu dan terhina. Pemukulan ini terjadi di depan warga, di acara yang seharusnya penuh rasa kebersamaan. Saya tidak pernah menyangka seorang tokoh masyarakat seperti dia akan melakukan kekerasan seperti itu,” ungkap Abdul Latif.

Kejadian ini pun menarik perhatian masyarakat, khususnya warga Kelurahan Sekip Jaya, yang merasa heran mengapa seorang tokoh agama yang seharusnya menjadi panutan bisa melakukan tindakan kekerasan. Abdul Latif berharap agar proses hukum berjalan dengan adil dan pelaku diberikan hukuman yang setimpal.

“Saya ingin agar aparat penegak hukum memberikan hukuman yang tegas kepada pelaku. Saya berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa masalah apapun, terutama yang melibatkan tokoh masyarakat, harusnya diselesaikan dengan cara yang baik dan tanpa kekerasan,” lanjutnya.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih menunggu jadwal persidangan di Pengadilan Negeri Palembang. Pihak kepolisian dan kejaksaan diharapkan dapat segera menangani kasus ini dengan transparansi dan profesionalisme, untuk memastikan keadilan bagi korban dan memberi efek jera kepada pelaku.

Berita Terkait

Kuasa Hukum Korban Nilai Unsur Penggelapan dalam Jabatan Ok­lina Zurhayati Terpenuhi
Simpul Pangan Nusantara Himpun Pengetahuan Pangan Lokal Sumsel
Karyawan Toko Mas Indah Didakwa Gelapkan Uang, Kerugian Pemilik Ditaksir Rp900 Juta
Titin Rita Lestari dan Angga Didakwa, Dugaan Pengurangan Temuan Smartboard Diungkap KPK
Sidang di PN Tangerang Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Minimnya Penjelasan soal Riwayat Kesehatan
Bujuk Korban yang Masih 15 Tahun, Mahasiswa di Palembang Ditangkap
Dakwaan KPK: Edison Diduga Terima Rp4,67 Miliar dari Kasus Smart Board dan Chromebook
Bapenda Palembang Sebut IGM Tetap Wajib Bayar PBB-P2, Tunggakan Capai Rp2,3 Miliar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Kuasa Hukum Korban Nilai Unsur Penggelapan dalam Jabatan Ok­lina Zurhayati Terpenuhi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Simpul Pangan Nusantara Himpun Pengetahuan Pangan Lokal Sumsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Karyawan Toko Mas Indah Didakwa Gelapkan Uang, Kerugian Pemilik Ditaksir Rp900 Juta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Titin Rita Lestari dan Angga Didakwa, Dugaan Pengurangan Temuan Smartboard Diungkap KPK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Bujuk Korban yang Masih 15 Tahun, Mahasiswa di Palembang Ditangkap

Berita Terbaru

Simpul Pangan Nusantara Himpun Pengetahuan Pangan Lokal Sumsel

Kota Palembang

Simpul Pangan Nusantara Himpun Pengetahuan Pangan Lokal Sumsel

Rabu, 28 Okt 2026 - 15:50 WIB