Ketika Pancasila Tak Lagi Sekadar Hafalan

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Nailah Mu’azaroh

NIM    : PO7131226055

Prodi  : D4 Gizi dan Dietetika

 

Ketika Pancasila Tak Lagi Sekadar Hafalan

 

Dulu, saya mengenal Pancasila terutama sebagai lima sila yang harus dihafalkan. Saya tahu bunyinya, tetapi belum memahami maknanya dalam kehidupan. Seiring bertambahnya usia, saya mulai menyadari bahwa Pancasila tidak hanya berupa hafalan, tetapi juga hadir melalui kebiasaan dan pengalaman sederhana sehari-hari.

 

Saya belajar tentang Ketuhanan Yang Maha Esa dari kebiasaan menjalankan ibadah dan menghargai orang lain yang memiliki keyakinan berbeda. Bagi saya, menjalankan agama tidak seharusnya membuat seseorang merasa lebih tinggi dari orang lain, tetapi justru mengajarkan untuk saling menghormati.

 

Sila kedua saya pahami melalui kebiasaan memperhatikan dan membantu orang lain sesuai kemampuan saya ketika mereka mengalami kesulitan. Dari hal sederhana tersebut, saya belajar bahwa waktu, perhatian, dan kesediaan membantu juga dapat berarti bagi orang lain.

 

Saya juga pernah tinggal di asrama dan terbiasa hidup bersama orang-orang dengan sifat serta cara berpikir yang berbeda, sehingga belajar bahwa perbedaan tidak harus berujung pada pertengkaran. Menjaga kebersamaan berarti belajar memahami orang lain, menyesuaikan diri, dan tidak hanya memikirkan kenyamanan pribadi. Dari pengalaman tersebut, saya semakin memahami makna. persatuan.

 

Sila keempat juga banyak saya temui dalam kehidupan bersama orang lain. Ketika berada dalam. kelompok dengan pendapat yang berbeda, saya belajar untuk mendengarkan, mempertimbangkan pendapat orang lain, dan mencari keputusan yang dapat diterima bersama tanpa memaksakan kehendak. Dalam pembagian tugas atau membuat kesepakatan, saya belajar tidak memaksakan kehendak dan mengutamakan kepentingan bersama.

 

Sementara itu, sila kelima semakin saya rasakan ketika tinggal di asrama. Hal sederhana seperti mengantre untuk mendapatkan makanan, menggunakan fasilitas bersama sesuai kebutuhan, dan tidak mengambil bagian orang lain mengajarkan saya tentang keadilan. Saya belajar bahwa bersikap adil berarti menghargai hak orang lain dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi.

 

Pada akhirnya, saya memahami bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi nilai yang menjadi pedoman dalam bersikap. Saya mungkin belum sempurna dalam menerapkannya, namun saya percaya perubahan dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Berita Terkait

Terduga Pelaku Pencurian di Kantor Disperindag Empat Lawang Ditangkap Polisi
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Bernuansa Merah Putih
Bupati Muba dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan KUPA-PPASP RAPBD-P 2026
Bupati Toha Ikuti Pidato Kenegaraan HUT ke-81 RI, Siap Selaraskan Program Muba
Cekcok Soal Parkir Berujung Maut, Plt Kepala KUA di OKU Selatan Tewas Ditusuk
Nenek 62 Tahun Jadi Korban KDRT, Suami Ancam Pakai Senjata Tajam
Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi
Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Ratu Dewa Siap Selaraskan Program Pemerintah Ke Daerah 

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Terduga Pelaku Pencurian di Kantor Disperindag Empat Lawang Ditangkap Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Bernuansa Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Ketika Pancasila Tak Lagi Sekadar Hafalan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Bupati Muba dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan KUPA-PPASP RAPBD-P 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:56 WIB

Bupati Toha Ikuti Pidato Kenegaraan HUT ke-81 RI, Siap Selaraskan Program Muba

Berita Terbaru

Sumsel

Ketika Pancasila Tak Lagi Sekadar Hafalan

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:37 WIB