SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono, menegaskan, Kota Palembang, Sumatera Selatan, dalam kondisi kondusif dan aman, pasca unjuk rasa yang digelar ribuan mahasiswa di Gedung DPDR Sumsel, pada Senin lalu (1/9/2025).
“Saya pastikan kondisi Palembang aman dan terkendali,” tegas Harryo, Rabu (3/9/2025).
Harryo mengatakan, pasca demo yang kemarin digelar, pihaknya tetap melakukan kegiatan patroli dengan skala sedang. “Di mana kegiatan patroli ini memang sudah dilakukan sejak Malam Minggu kemarin dan melibatkan anggota TNI Kodim dan Denpom,” katanya.
Namun, hingga hari ini, lanjut Harryo, pasukan TNI yang memback-up, baik itu patroli dan berjaga di Mapolrestabes Palembang sudah dikembalikan, ini karena sudah kondusif dan aman.
“Tetapi untuk patroli rutin malam, kami tetap masih di back up anggota TNI,” tegasnya.
Harryo menegaskan, pada saat demo yang digelar sebelumnya, Polsek dan Satreskrim Polrestabes Palembang mengatakan empat orang remaja diduga jadi penyelusup.
“Mereka diduga akan melakukan aksi yang beda (diduga akan membuat gaduh), satu orang membawa molotop, tiga orang membawa Sajam,” bebernya.
Tentunya, sambung Harryo, terbukti keempat remaja itu akan melakukan tindakan tindak kriminal saat demo digelar. “Oleh itulah, petugas kita yang sigap dan standby dalam unjuk rasa digelar langsung mengamankan mereka, orang-orang yang dicurigai akan memprovokasi dalam unjuk rasa tersebut,” katanya.
“Jadi saya menegaskan kembali, jika masih ada remaja-remaja yang melakukan gaduh, atau kendaraan dengan rangkaian banyak akan kami tindak tegas, kecuali motor motor Vespa dan motor tua yang memang perlu dilestarikan,” tegas Harryo, sambil mengatakan dimana pun akan kami bubarkan.
Ditambahkan Harryo, usai demo pihaknya dan pemerintah daerah sudah melakukan penataan kembali. Seperti jalan-jalan yang kemarin penuh dengan sampah sudah dibersihkan anggota Polri, TNI dan masyarakat Palembang. (ANA)

















