Kapolda Sumsel Keluhkan Anggaran Penanganan Narkoba Kecil

- Redaksi

Rabu, 2 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID,PALEMBANG – Irjen Pol Toni Kapolda Sumatera Selatan mengungkapkan keperihatinan atas isu penanganan Narkoba diwilayah Sumsel.

 

Hal itu disampaikan Kapolda Sumsel pada saat press rilis penggagalan pengiriman narkoba dari Aceh menuju Sumsel di Jalan lintas Palembang-Jambi, Rabu (2/2/2022).

 

Apalagi, realoakasi anggaran yang diterima Polda Sumsel dalam penanganan kasus-kasus narkoba dianggap kecil jika dibandingkan dengan penanganan yang dilakukan sepanjang tahun 2021.

 

Jika melihat data pada tahun 2021, Toni menjelaskan, sebanyak 36 orang bandar , kemudian pengguna sebanya 1427 orang dan pengedar sebanyak 1192 orang.

 

“Kalau kita melihat ditahun 2021  tersangka yang sudah ditangkap sebanyak 2659. Dengan barang bukti yang berhasil diamakan pada tahun 2021 sebanyak 267 Kg ganja, 104 Kg sabu-sabu dan ekstasi sebanyak 11332 butir,” terangnya,” jelasnya.

 

“Kalau melihat barang bukti yang kita dapatkan pada tahun lalu, artinya kita telah berhasil menyelamatkan 400 ribu lebih jiwa,” terangnya.

 

Sedangkan pada tahun 2022 saja dengan Rp 4,5 milyar. Itu hanya untuk biaya penyelidikan 25 kasus saja, kemudian untuk penyidikan 25 kasus dan penanganan 22 kasus.

 

“Berarti hanya 72 rangkaian-rangkain yang bisa dilakukan pada tahun 2022,” jelasnya.

 

Toni mengeluhkan jika ada tambahan biaya-biaya dalam kegiatan penegakan hukum. Mungkin hasil penanganan Narkoba jauh bisa lebih dari ini bisa diungkap Polda Sumsel.

 

Ia  juga menjelaskan, Narkoba merupakan sesuatu kecemasan bagi semuanya, termasuk bagi orang tua, anak dan semua kalangan, bahkan hal ini merupakan kecemasan bagi aparat Kepolisan terkait peredaran narkoba ini.

 

“Terlepas dari itu, banyaknya kasus Narkoba (Pengedar dan Pengguna) merupakan suatu keperihatinan, maka kedepan kita akan melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Ini merupakan salah satu agenda Polda Sumsel untuk membawa isu ini menjadi kecemasan bagi kita semua,” ujarnya.

Berita Terkait

Cabuli Pelajar, AN Diserahkan Keluarga Korban ke Polisi
SIRA Bakal Demo di Pemprov Sumsel, Soroti Dugaan Pelanggaran PT Samora Usaha Jaya
Herman Deru Ajak Masyarakat Sumsel Perkuat Gotong Royong Hadapi Kemarau dan Karhutla
Wamen Kesehatan WamenDagri kunjungi RSUD Bari Palembang Pastikan Layanan Terbaik 
Honda Sumsel Bersama Kodam II Sriwijaya Gaungkan Budaya #Cari_Aman
Kejari Palembang Periksa Dua Staf PT Amanda Tiga Mandiri Kasus Penyidikan Kasus Lampu Jalan 
Dipukuli Pakai Helm, Rio Kemudian Dikejar Pelaku Sambil Bawa Pisau
Polda Sumsel Proses 20 Tersangka dari 16 Kasus Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Cabuli Pelajar, AN Diserahkan Keluarga Korban ke Polisi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:55 WIB

SIRA Bakal Demo di Pemprov Sumsel, Soroti Dugaan Pelanggaran PT Samora Usaha Jaya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Herman Deru Ajak Masyarakat Sumsel Perkuat Gotong Royong Hadapi Kemarau dan Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:28 WIB

Wamen Kesehatan WamenDagri kunjungi RSUD Bari Palembang Pastikan Layanan Terbaik 

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:22 WIB

Honda Sumsel Bersama Kodam II Sriwijaya Gaungkan Budaya #Cari_Aman

Berita Terbaru

Sumsel

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 25 Agu 2026 - 22:58 WIB

Sumsel

Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 25 Agu 2026 - 22:51 WIB

Sumsel

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 25 Agu 2026 - 22:49 WIB

Sumsel

Menerapkan Sila-Sila Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 25 Agu 2026 - 22:36 WIB