JPU Nilai Pembuktian Cukup, Kuasa Hukum Tetap Minta Hermizon Dihadirkan di Sidang Kasus Korupsi Irigasi Air Lemutu

- Redaksi

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana sidang Kasus Korupsi Irigasi Air Lemutu yang digelar di PN Tipikor Palembang, Selasa (11/8/206)

Suasana sidang Kasus Korupsi Irigasi Air Lemutu yang digelar di PN Tipikor Palembang, Selasa (11/8/206)

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Persidangan perkara dugaan korupsi gratifikasi terkait penerimaan uang dalam proyek pembangunan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (11/8/2026).

 

Dalam perkara ini, dua terdakwa yang diadili yakni Kholizol Tamhullis, anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, dan Raga Alan Sakti.

 

Sebelum melanjutkan pemeriksaan saksi, majelis hakim yang diketuai Idi Il Amin, SH, MH, bersama tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel dan Kejari Muara Enim serta penasihat hukum terdakwa, terlebih dahulu membahas keberadaan saksi Hermizon yang hingga kini belum dihadirkan di persidangan.

 

Ketua majelis hakim mempertanyakan kepada JPU mengenai penting atau tidaknya keterangan Hermizon dalam pembuktian perkara tersebut. Pasalnya, saksi tersebut disebut telah empat kali tidak hadir dalam persidangan.

 

“Kalau saksi Hermizon untuk pembuktian, kami rasa tidak perlu dihadirkan karena menurut kami pembuktiannya sudah cukup,” tegas JPU di hadapan majelis hakim.

 

Mendengar pernyataan tersebut, majelis hakim kemudian meminta tanggapan dari tim penasihat hukum terdakwa.

 

Penasihat hukum menilai kehadiran Hermizon masih sangat penting untuk mengungkap perkara tersebut. Menurut mereka, berdasarkan proses persidangan yang telah berjalan, Hermizon dinilai memiliki peran strategis dan diduga mengetahui rangkaian peristiwa dalam proyek pembangunan jaringan irigasi tersebut.

 

Penasihat hukum juga mengungkapkan bahwa Hermizon telah dipanggil sebanyak empat kali dengan berbagai alasan, di antaranya menjalankan ibadah umrah, sakit, dan menjalani operasi.

 

“Kami tidak memiliki kewenangan secara formil untuk meminta akses ke rumah sakit. Karena itu, kami memohon kepada majelis hakim agar memberikan penetapan supaya saksi Hermizon dapat dihadirkan secara paksa,” ujar penasihat hukum.

 

Menurut penasihat hukum, permintaan tersebut disampaikan demi kepentingan pembuktian serta memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh pihak dalam persidangan.

 

Majelis hakim kemudian kembali meminta sikap JPU apabila Hermizon dihadirkan sebagai saksi ade charge, yakni saksi yang memberikan keterangan yang dapat meringankan terdakwa.

 

“Baik Yang Mulia, kami tidak keberatan kalau saksi Hermizon dihadirkan sebagai saksi ade charge,” jawab JPU.

 

Namun, ketika giliran penasihat hukum ditanya mengenai usulan tersebut, mereka menyatakan keberatan.

 

“Terkait hal itu tentunya kami keberatan. Mana mungkin saksi Hermizon tidak mau dijadikan saksi ade charge,” ujar tim penasihat hukum terdakwa.

 

Majelis hakim kemudian menegaskan bahwa dalam kondisi tersebut, pihaknya tidak dapat begitu saja menentukan sikap untuk memanggil paksa Hermizon. Hakim menekankan bahwa majelis harus tetap berdiri independen dan tegak lurus dalam menjalankan tugasnya.

 

Setelah pembahasan tersebut, persidangan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan empat orang saksi ade charge yang dihadirkan oleh pihak terdakwa.

 

Hingga berita ini diturunkan, persidangan masih berlangsung dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi yang diajukan untuk kepentingan pembelaan terdakwa.

Penulis : Hermansyah

Editor : Jaks

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Pastikan Avtur Siaga, Dukung Operasi Udara Pemadaman Karhutla di Sumsel
Tidak Taat Aturan Walikota Palembang, Kepsek SMP N 19 Palembang Tetap Menekan Siswa Masuk Sekolah Hari ini
Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah TK hingga SMP di Palembang Beralih ke PJJ
Hilang Kendali, Mobil Avanza Dikendarai Oleh Dokter Muda Ini Nyemplung 
Samsat Menyapa Hadir di Seluruh Kab/Kota Sumsel, Dorong Tertib Administrasi Kendaraan dan Keselamatan Berkendara
Antrean Biosolar Sumsel Memanjang, Distribusi FAME Jadi Sorotan
Ambil HP Korban di Jalan, Basaruddin Divonis 8 Bulan Penjara
Sabu 488,70 Gram, Andrika Divonis 10 Tahun Penjara di PN Palembang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:17 WIB

Pertamina Patra Niaga Pastikan Avtur Siaga, Dukung Operasi Udara Pemadaman Karhutla di Sumsel

Rabu, 9 September 2026 - 09:16 WIB

Tidak Taat Aturan Walikota Palembang, Kepsek SMP N 19 Palembang Tetap Menekan Siswa Masuk Sekolah Hari ini

Selasa, 8 September 2026 - 21:16 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah TK hingga SMP di Palembang Beralih ke PJJ

Selasa, 8 September 2026 - 21:11 WIB

Hilang Kendali, Mobil Avanza Dikendarai Oleh Dokter Muda Ini Nyemplung 

Selasa, 8 September 2026 - 18:36 WIB

Samsat Menyapa Hadir di Seluruh Kab/Kota Sumsel, Dorong Tertib Administrasi Kendaraan dan Keselamatan Berkendara

Berita Terbaru