Jokowi Bahas Tragedi Kanjuruhan dengan Presiden FIFA,

- Redaksi

Rabu, 5 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi saat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino beberapa tahun lalu.
Foto: setkab.go.id

Presiden Jokowi saat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino beberapa tahun lalu. Foto: setkab.go.id

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menghubungi dan berbicara langsung dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, Senin (3/10) malam, guna membahas Tragedi Kanjuruhan.

“Hari Senin malam saya telah menelepon dan berbicara langsung dengan Presiden FIFA Gianni Infantino,” ucap Jokowi usai Upacara HUT TNI di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Jokowi mengatakan dalam komunikasi dengan Infantino, keduanya banyak membahas mengenai Tragedi Kanjuruhan yang hingga kini sudah menewaskan 131 orang.

“Kami berbicara banyak mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang dan juga berbicara mengenai FIFA under twenty [Piala Dunia U-20 2023], berbicara banyak, tetapi keputusan apapun adalah kewenangan di FIFA,” kata Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi juga memastikan akan hadir langsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, hari ini.

Sebelumnya Jokowi sudah memberi perintah menyusul insiden Tragedi Kanjuruhan. Jokowi memerintahkan kompetisi dihentikan sampai ada evaluasi menyeluruh dan perbaikan prosedur pengamanan. Selain itu Jokowi juga memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus.

Ratusan orang meninggal dunia akibat kerusuhan usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10) malam, membuat Indonesia terancam mendapat sanksi FIFA hingga pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Korban meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan kini dikonfirmasi mencapai 131 jiwa dan membuat kejadian tragis itu di posisi kedua insiden sepak bola terburuk di dunia.

Jumlah 131 meninggal membuat Tragedi Kanjuruhan berada di urutan kedua kerusuhan sepak bola dengan jumlah korban meninggal terbesar di dunia, hanya kalah dari Estadio Nacional Disaster, Lima, Peru, pada 24 Mei 1964 dengan menewaskan 328 korban jiwa. (*)

Berita Terkait

Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali
Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari
Budi Sudarsono Latih Ratusan Anak Palembang, Bumara Siapkan Lapangan Standar FIFA
4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian
Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WIB

Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:34 WIB

Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:48 WIB

Budi Sudarsono Latih Ratusan Anak Palembang, Bumara Siapkan Lapangan Standar FIFA

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Berita Terbaru

Sumsel

Menjadi Pribadi Berkarakter Melalui Nilai-Nilai Pancasila

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:59 WIB

Sumsel

Dari Hal Kecil dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:55 WIB

Sumsel

Essay Implementasi Pancasila pada Kehidupan Sehari-hari 

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:49 WIB

Sumsel

Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:43 WIB