Ibu di Muba Tega Bunuh Anak, Alasannya Takut Diceraikan Suami

- Redaksi

Sabtu, 16 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ramini (44), seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel), tega menghabisi nyawa anak angkatnya karena takut diceraikan suami, Purnomo (53). Usai membunuh si buah hati, Ramini pun membuat rekayasa kematian.

Pasangan suami istri (Pasutri) warga Desa Purwosari, Kecamatan Lais, Kabupaten Muba ini, berskenario dengan berpura-pura kaget saat menemukan anaknya IR (11), tewas di dalam kamarnya pada Selasa pagi (12/9/2023), sekitar 06.30 WIB.

Meninggalnya pelajar SD ini pertama kali diketahui pelaku Purnomo yang tidak lain ayah angkat korban. Di mana saat itu, Purnomo mendobrak kamar sang anak karena terkunci dari dalam, dan kaget melihat sang anak sudah terbujur kaku. Warga pun berdatangan saat pasangan suami istri ini berteriak secara histeris.

Kasat Reskrim Polres Muba AKP Morris Widhi Harto mengungkapkan, tewasnya korban diketahui Feri (31), salah satu kerabat korban, yang mendengar teriakan orangtua korban karena lokasi tersebut tidak jauh dari rumahnya.

“Mendengar teriakan itu, saksi langsung menuju ke lokasi dan melihat korban meninggal dunia dengan posisi terlentang,” ungkap dia, Sabtu (16/9/2023).

Melihat korban meninggal secara janggal, Feri pun melaporkan kejadian ke Polsek Lais. Usai mendapatkan informasi tersebut, tim dari Polsek Lais langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Korban lantas dibawa ke RSUD Sekayu untuk dilakukan visum.

“Berdasarkan hasil visum luar dan dalam dari tubuh korban di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, didapati bahwa korban meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar,” jelas Morris.

Kemudian, Sat Reskrim Polres Muba dan Kapolsek Lais memerintahkan Kanit Pidum Iptu Dedi Kurniawan, bersama tim Serigala untuk melakukan interogasi lebih mendalam terhadap orangtua korban.

“Barulah didapat pengakuan dari pelaku Ramini jika dirinya yang menghabisi korban atas perintah dari suaminya Purnomo. Dia nekat melakukan ini karena mendapat ancaman akan diceraikan,” terang dia.

Kata Morris, berdasarkan pengakuan tersangka Ramini, dia menghabisi nyawa anak angkatnya itu saat tengah tertidur pulas. Pelaku kemudian menindih badan korban dan menahan kaki betis korban dengan kedua lutut pelaku.

“Selanjutnya pelaku juga menekan muka korban mengunakan bantal hingga korban meninggal dunia di tempat karena kehabisan nafas,” kata dia.

Dari TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebuah speaker, kursi plastik, bantal kapuk, gantungan baju, kasur busa, baju dan celana korban, serta baju singlet dan celana dalam korban.

“Keduanya dijerat dengan tindak pidana pembunuhan berencana serta kekerasan terhadap anak di bawah umur pasal 340 KUHP, dengan ancaman seumur hidup atau mati dan 20 tahun penjara,” tegas Morris.

Pelaku Ramini mengaku dirinya tega menghabisi anaknya karena disuruh suami dan diancam akan diceraikan serta diusir.

“Kami sudah empat tahun menikah dan punya satu anak. Korban itu anak angkat kami. Dia (pelaku Purnomo) memaksa saya bunuh dia (korban),” kata Ramini.

Ramini mengaku, selama ini tidak pernah melakukan kekerasan terhadap korban. Namun, suaminya sering menampar anaknya tersebut.

“Anak itu sudah empat bulan ikut kami. Saya tidak tahu itu anak saya siapa,” tutur Ramini. (ANA)

Berita Terkait

Buron Hampir Tiga Bulan, Pelaku Curas dan Penganiayaan Sadis di Banyuasin Ditangkap
Diburu Sepekan, Remaja Terduga Penikam Guru SD di OKU Selatan Akhirnya Menyerahkan Diri
Jatanras Polda Sumsel Tangkap Eksekutor Pencurian Modus Pecah Kaca yang Rugikan Nasabah Bank Ratusan Juta Rupiah
Ibu Fitri Alias Pingky Bantah Tuduhan Penipuan, Siap Tempuh Jalur Hukum terhadap Penyebar Informasi yang Dianggap Merugikan
Dendam Lama Berujung Teror Air Keras, Buruh Harian Alami Luka Bakar di Wajah
Kapolsek SU II Kompol Dedi Kunjungi rumah.Duka Korban Pembacokan Berikan Baksos Dan Turut bela Sukangkawa
Terpergok Curi Motor AM Babak Belur Dihajar Warga 
Pelaku Pembacokan Ditangkap saat Berobat di RS Siti Fatimah

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:49 WIB

Buron Hampir Tiga Bulan, Pelaku Curas dan Penganiayaan Sadis di Banyuasin Ditangkap

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:03 WIB

Diburu Sepekan, Remaja Terduga Penikam Guru SD di OKU Selatan Akhirnya Menyerahkan Diri

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:27 WIB

Jatanras Polda Sumsel Tangkap Eksekutor Pencurian Modus Pecah Kaca yang Rugikan Nasabah Bank Ratusan Juta Rupiah

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:36 WIB

Ibu Fitri Alias Pingky Bantah Tuduhan Penipuan, Siap Tempuh Jalur Hukum terhadap Penyebar Informasi yang Dianggap Merugikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:27 WIB

Dendam Lama Berujung Teror Air Keras, Buruh Harian Alami Luka Bakar di Wajah

Berita Terbaru

Musi Banyuasin

Selama libur Sekolah, SPPG di Muba Stop Beroperasi.

Jumat, 19 Jun 2026 - 12:10 WIB