PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menegaskan jika 10.334 peserta yang terdaftar sejak awal berdirinya program Sultan Muda merupakan aset terbesar daerah yang siap digerakkan untuk mendongkrak kesejahteraan makro.
Jumlah kepesertaan yang masif dan nyata tersebut dinilai menjadi modal utama dalam mencetak generasi cakap finansial guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memangkas angka pengangguran di Sumatra Selatan.
“Hari ini juga disampaikan bahwa peserta Sultan Muda sudah mencapai lebih dari 10 ribu orang, tepatnya 10.334 orang yang telah terdaftar,” ujar Deru saat membuka Sultan Muda Fair 2026 di Kantor OJK Sumsel pada, Senin (6/7/2026).
Ia menyebut puluhan ribu anak muda yang terdata secara riil ini harus dipersiapkan dengan matang agar mampu menguasai ekosistem keuangan digital yang terus berkembang.
“Hari ini kita juga mendengarkan paparan dari Pak Adi Budiarso mengenai pentingnya menyiapkan aset terbesar kita, yaitu anak-anak muda yang memahami dunia digital, khususnya yang berkaitan dengan literasi keuangan,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada OJK Sumatra Selatan atas penyediaan wadah kegiatan, karena sinergi ini dinilai mampu meningkatkan legitimasi dan kepercayaan publik terhadap program pembinaan.
“Dengan adanya kegiatan di sini, kepercayaan (trust) semakin terbangun karena tempat ini merupakan institusi yang sangat dipercaya dalam pengelolaan sektor keuangan,” ungkapnya.
Melalui pemanfaatan potensi SDM yang besar tersebut, ia optimistis fluktuasi ekonomi daerah dapat bergerak ke arah yang lebih positif secara berkelanjutan.
“Kita berharap ke depan program Sultan Muda akan terus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan, dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dan angka pengangguran yang terus menurun,” ucapnya.
Sementara itu, pihak Otoritas Jasa Keuangan meminta ribuan aset kepemudaan daerah ini tidak patah semangat dan tetap fokus membangun usaha mereka secara bertahap.
“Jadi program Sultan Muda itu tidak berarti langsung menjadi kaya, tetapi dimulai secara bertahap,” katanya.
Ia memastikan OJK akan terus mengawal kapasitas ribuan peserta tersebut melalui penyediaan fasilitas pendampingan usaha yang fleksibel dan bebas biaya.
“Kami menyiapkan tempat konsultasi, termasuk layanan after office, sehingga mereka dapat berkonsultasi secara gratis apabila menghadapi permasalahan. Kira-kira itu yang dapat saya sampaikan,” pungkasnya.
Penulis : Tia
Editor : Jaks

















