Harga Pupuk Tetap Mahal, Disinyalir Jadi Lahan Bisnis Oknum Koptan

- Redaksi

Rabu, 28 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto : Petani sedang panen padi Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat.

Ket foto : Petani sedang panen padi Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat.

Suarapublik.id, Lahat – Mahalnya harga jual pupuk urea dan buah yang diperuntukkan bagi petani padi, membuat mereka sedikit kewalahan dan disinyalir menjadi lahan bisnis mencari keuntungan pribadi oleh oknum kelompok tani (Koptan) yang ada di Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat.

 

Makcik salah satu petani asal Lahat Selatan mengemukakan, dirinya setiap kali musim tanam membutuhkan pupuk urea dan buah mencapai 75 kilogram (Kg). Hanya saja, kebutuhan tersebut tidak diimbangi dengan harga jual yang tinggi.

 

“Betul, untuk pupuk urea dibutuhkan 50 Kg dihargai Rp 150.000 perkarung, sedangkan untuk perangsang buah kisaran 25 Kg dengan harga Rp 160.000, jadi total pengeluaran sebesar Rp 460.000,” jelasnya, Rabu (28/9).

 

Jelas, sambung dia, berbanding terbalik dengan harga jual yang ada di desa tetangga, dengan harga jual Rp 130.000 untuk jenis urea, sedangkan pupuk khusus buah besarannya Rp 140.000.

 

“Tentunya, ini sudah menjadi lahan bisnis oknum ketua kelompok tani (Koptan), untuk mencari keuntungan pribadi tanpa memikirkan petani,” urai Makcik.

 

Tentunya, masih kata Makcik, ini sangat memberatkan petani yang mesti merogoh dalam kantong. Dan tentunya kepada instansi terkait untuk turun dan menegur ketua koptan tersebut.

 

“Selain pupuk, racun hama pun harus dibeli yang mana harga pasaran cukup tinggi diangka Rp 80.000 hingga Rp 90.000 perbotolnya,” bebernya.

 

Terpisah, Santoso petani lainnya menuturkan, dirinya juga begitu terpukul sekali. Dengan harga pupuk dan racun yang cukup tinggi.

 

“Akan tetapi, mau tidak mau, suka tidak suka, kebutuhan tersebut wajib dibeli, jika tidak, padi akan mati diserang hama dan tentunya tidak tumbuh dengan baik,” terangnya.

 

Dirinya meminta, kepada instansi terkait untuk dapat membantu menekan tingginya harga jual pupuk dan racun hama, sehingga petani bisa terbantu bercocok tanam apabila ditingkat pasar tidak terlampau tinggi.

 

“Oleh karena itulah, kami terus berupaya dan berharap kepada instansi pemerintah, turun dan mengecek sendiri harga jualnya, sebab, apabila lama kelamaan bisa-bisa kami sebagai petani tidak sanggup lagi bercocok tanam,” tegas Santoso.

Berita Terkait

Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing
Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157
DPRD Lahat Gelar Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-157, Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Pembangunan Daerah
Begal Motor Pelajar di Muara Payang Diringkus Tim Gabungan, Satu Pelaku Masih Buron
PWI Lahat Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme dan Sinergi Daerah
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tutup Rangkaian Pasar Murah di Lahat, Jangkau 3 Ribu Warga
Open House di Lahat, Wagub Cik Ujang Dorong Pemberdayaan UMKM dan Pedagang Kecil
Nama Pejabat Dicatut, Kejari Lahat Minta Warga Segera Lapor Jika Dimintai Uang

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:28 WIB

Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:44 WIB

DPRD Lahat Gelar Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-157, Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Pembangunan Daerah

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:51 WIB

Begal Motor Pelajar di Muara Payang Diringkus Tim Gabungan, Satu Pelaku Masih Buron

Selasa, 28 April 2026 - 15:34 WIB

PWI Lahat Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme dan Sinergi Daerah

Berita Terbaru

Dua penderita bibir sumbing yang akan dioperasi di RSKGM Palembang. Foto: Tia

Kota Palembang

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB