Gubernur Sumsel Terima Aspirasi ‘Wajah Gelap Pendidikan Sumsel’ 

- Redaksi

Selasa, 6 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel, Herman Deru saat menemui puluhan massa aksi demo pada, Selasa (6/5/2025). Foto: Tia

Gubernur Sumsel, Herman Deru saat menemui puluhan massa aksi demo pada, Selasa (6/5/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru menerima aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi demo dari berbagai organisasi seperti HMI, BEM PGRI, LMBD dan lain-lain terkait 12 poin tuntutan dunia pendidikan.

“Terimakasih. Saya terima aspirasi ini, akan kita tindak lanjut terkait dengan poin-poin yang disampaikan adik-adik mahasiswa,” ujar Deru di depan puluhan massa aksi demo pada, Selasa (6/5/2025).

Deru menyebut apa yang disampaikan massa aksi demo itu adalah hal positif, dan beberapa hal dalam aspirasi itu sudah on progres.

“Seperti sekolah rakyat, PPDB termasuk juga akan mencabut produk 2024,” katanya.

Sebelumnya, puluhan massa aksi demo dari gabungan tersebut menggeruduk kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) guna menyoroti dunia pendidikan di Sumsel yang bertepatan di Hari Pendidikan Nasional, pada Jum’at 2 Mei 2025.

Dalam aksi yang dilakukan, para pendemo datang dengan suasana yang kondusif dan ingin bertemu langsung dengan Gubernur Sumsel, Herman Deru untuk menyampaikan langsung seluruh aspirasi terkait dunia pendidikan.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah massa membakar ban di halaman kantor Gubernur Sumsel sekitar pukul 17.00 WIB sembari menyampaikan orasi.

Kemudian, di tengah aksi berjalan hadir langsung Kepala Bidang SMK Andi Bobby Wahyudi untuk menemui massa aksi demo. Namun, para massa tetap menginginkan Gubernur turun langsung menemui mereka.

“Kami menyoroti dunia pendidikan yang sekarang menjadi ajang komersialisasi, di mulai dari uang iuran komite, penyalahgunaan dana bos, serta bobrok nya aturan PPDB,” kata Koordinasi Aksi Ade Syawal saat Aksi.

Berikut tuntutan yang disampaikan massa aksi demo kepada pemerintahan provinsi selambat-lambatnya satu bulan pasca aksi hari ini.

1. Segera realisasikan sekolah rakyat di Sumatera Selatan

2. Hapus komite sekolah serta kembalikan sekolah gratis

3. Segera realisasikan perbaikan fasilitas secara menyeluruh dari tingkatan SD, SMP dan SMA/SMK/MA di Sumatera Selatan

4. Transparansi seluruh anggaran Bos sekolah di Sumatera Selatan yang diduga tidak jelas pemakaiannya

5. Percepat pelantikan seluruh PPPK di Sumatera Selatan minimal paling lambat 1 bulan ini

6. Copot seluruh jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel yang terlibat dalam kegagalan PPDB 2024

7. Mempertanyakan program pemerintah PSB selama 5 tahun yang tidak terealisasikan

8. Perjelas aturan PPDB 2025 yang pro terhadap masyarakat dan batalkan aturan PPDB 2024

9. Bentuk satgas pencegahan tindakan asusila di seluruh ruang lingkup pendidikan Sumsel

10. Tolak militerisme masuk kedalam ruang lingkup dunia pendidikan Sumsel

11. Lawan liberalisasi dan komersialisasi pendidikan

12. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis

Setelah satu jam aksi berlangsung, keadaan mulai memanas dan berujung ricuh. Para personel polisi yang bertugas mengamankan terpaksa mendorong paksa massa untuk keluar dan menutup pagar.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol. Harryo Sugihhartono menyebut sebanyak 450 personel diturunkan untuk pengamanan aksi demo yang dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi tersebut.

“Kami menurunkan 450 personel, termasuk brimob dari Polda Sumsel untuk mengamankan aksi demo yang berjumlah kurang lebih 30 orang,” kata Haryo saat dibincangi usai demo.

Ia mengungkapkan tidak ada insiden pemukulan dalam aksi demo tersebut. “Hanya ada dorongan untuk menjaga situasi agar tetap kondusif. Dua orang yang sempat diamankan juga sudah dilepas,” jelasnya.

Haryo mengimbau agar para pendemo tetap kondusif saat menjalankan aksi dan dapat bekerjasama dengan baik.

“Kami mengimbau kepada rekan tolong jangan mendadak penyampaian minimal tiga hari karena kita dapat mempersiapkan menjanjikan untuk nanti menjumpai aspirasi kepada siapa. Sehingga aspirasinya setidak-tidaknya tersampaikan. Seperti hari ini, mereka menyampaikan akan melakukan aksi saat subuh tadi. Kan kami semua ini pasti ada kegiatan,” tegas dia.

Berita Terkait

Perkuat Pemerataan Pendidikan, Gubernur Herman Deru Resmikan Asrama SMA Negeri 3 Martapura
Gubernur Sumsel dan Bupati OKU Timur Kompak Serahkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir Desa Nusa Jaya
Sinergi Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel dalam Penyaluran Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana
Bank Sumsel Babel Rayakan HUT ke-68 dengan Semarak dan Kebersamaan
Reses Pimpinan dan Anggota DPRD Prov. Sumsel Masa Sidang IV Tahun 2025 Dapil Sumsel 2
19,6 Hektare Masih Bermasalah, Sengketa Lahan Hambat Proyek Tol Palembang–Betung
Pemprov Sumsel Survei Sungai Lematang, Kaji Alternatif Angkutan Batu Bara via Air
DPRD Prov. Sumsel sampaikan Laporan Banggar dan bersama Gubernur sepakati Raperda Perubahan APBD Prov.Sumsel TA 2025

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 19:05 WIB

Perkuat Pemerataan Pendidikan, Gubernur Herman Deru Resmikan Asrama SMA Negeri 3 Martapura

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:09 WIB

Gubernur Sumsel dan Bupati OKU Timur Kompak Serahkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir Desa Nusa Jaya

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:50 WIB

Sinergi Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel dalam Penyaluran Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana

Minggu, 9 November 2025 - 13:11 WIB

Bank Sumsel Babel Rayakan HUT ke-68 dengan Semarak dan Kebersamaan

Jumat, 17 Oktober 2025 - 20:35 WIB

Reses Pimpinan dan Anggota DPRD Prov. Sumsel Masa Sidang IV Tahun 2025 Dapil Sumsel 2

Berita Terbaru

Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru saat diwawancarai, Senin (8/6/2026). Foto: istimewa

Kota Palembang

Gubernur Herman Deru Kaget Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 21:15 WIB

Kota Palembang

Jubir KPK Benarkan Ada Kegiatan Penindakan di Muara Enim

Senin, 8 Jun 2026 - 19:06 WIB