Gubernur Sumsel: Pengisian Biosolar Siang Hari Tetap Ada, Hanya Dialihkan ke Pinggiran Kota

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana SPBU di Jalan Demang Lebar Daun, Jum'at (21/11/2025). Foto: Tia

Suasana SPBU di Jalan Demang Lebar Daun, Jum'at (21/11/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menegaskan bahwa layanan pengisian biosolar pada siang hari tidak dihapus, melainkan dipindahkan ke sejumlah titik di kawasan pinggiran Kota Palembang.

Deru menyampaikan jika kebijakan tersebut diterapkan guna mengurangi kemacetan yang kerap terjadi akibat antrean kendaraan besar di SPBU dalam kota.

“Siang hari bukan ditiadakan. Tetap ada, hanya dipindahkan ke pinggir kota. Untuk dalam kota, pengisian solar dilakukan pada malam hari agar arus lalu lintas tidak terganggu,” ujar Deru, Jumat (21/11/2025).

Ia menjelaskan penataan titik pelayanan biosolar merupakan hasil uji lapangan oleh tim gabungan Ditlantas Polda Sumsel dan Dinas Perhubungan, sehingga kebijakan tersebut bukan keputusan sepihak pemerintah provinsi.

“Pusat kota sudah lebih clear, begitu juga beberapa ruas lainnya. Meski belum sempurna, lokasi pelayanan solar subsidi akan dibuat seproporsional mungkin sesuai hasil kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Ia mengatakan kendaraan besar seperti truk dan angkutan niaga mendominasi penggunaan biosolar, sehingga penumpukan di SPBU dalam kota sebelumnya menimbulkan antrean panjang dan kemacetan.

Oleh karena itu, pengalihan titik layanan di siang hari dinilai menjadi langkah paling efektif.

“Solar subsidi itu banyak digunakan kendaraan umum dan truk besar, jadi diarahkan ke ruas pinggir kota Palembang. Lalu lintas sudah jauh lebih lancar,” katanya.

Tim gabungan juga menilai pengisian pada malam hari, terutama setelah pukul 22.00 WIB adalah waktu paling ideal karena volume kendaraan menurun signifikan.

“Kalau sudah lewat jam 22.00 WIB, traffic lebih longgar sehingga pengisian dapat berjalan lancar dan tetap aman,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada pengurangan kuota solar subsidi di Sumsel, bahkan pemerintah provinsi telah mengajukan penambahan alokasi kepada SKK Migas.

“Kuota solar tidak dikurangi. Saya minta peningkatan hingga dua kali lipat, sekitar 1,2 juta dari realisasi kurang lebih 600 kiloliter per tahun. Namun tentu mereka mempertimbangkan proporsi,” ucap dia.

Berita Terkait

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka
Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi
Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet
Abdul Jafar Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa dan Jurnalis di Polda Sumsel
Fernando Divonis 8 Tahun 6 Bulan, Kasus Sabu 31,65 Gram dan Senpi Rakitan
Curi Puluhan Kaleng Susu, Karyawan Indomaret Diserahkan ke Polisi
Astra Motor Sumsel Hadirkan Promo Spesial Shocktober
Pegadaian Hadirkan ATM Emas, Cetak Emas Fisik Tanpa Waktu Tunggu

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Abdul Jafar Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa dan Jurnalis di Polda Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Fernando Divonis 8 Tahun 6 Bulan, Kasus Sabu 31,65 Gram dan Senpi Rakitan

Berita Terbaru