Faktor Cuaca Pengaruhi Produksi PLTS Jakabaring

- Redaksi

Rabu, 11 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -PLN UID Sumbagsel-Sumbagteng Jambi dan Bengkulu (S2JB) menggelar Media Gathering di Lampung pada 11-12 Desember 2024. Kegiatan ini melibatkan para jurnalis dari berbagai media, yang tergabung dalam Forum Wartawan Peduli (FWP) Energi Sumsel, Rabu (11/12/2024)

Pada kegiatan ini Insan pers berkesempatan melihat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berada di kawasan Jakabaring Sport City (JSC).

Berada di area 2.5 hektar, PLTS yang dibangun tahun 2017 dan mulai beroperasi pada April 2018, dikelola oleh PT Sumsel Energi Gemilang (SEG).

Menurut Manager Operasional PT SEG Ali Kartili, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 2 Mega Watt Jakabaring mengalami peningkatan dan penurunan produksi, hal ini tergantung dari cuaca, kebakaran hutan dan usia panel surya.

“Jadi tantangan di PLTS Jakabaring ini faktor cuaca, musim hujan kita tidak bisa berproduksi. Terjadi penurunan produksi setiap tahun antara 0,1 sampai 1 persen pertahun,” ujarnya, ketika memberikan pemaparan kepada awak media.

Di sisi lain, dirinya menegaskan PLTS ini mengusung konsep green energi, dimana dalam pengolahannya tanpa menghasilkan limbah. Melihat perspektif perekonomian kelayakan proyek PLTS 2 Mega Watt Jakabaring.

Ia juga menjelaskan bila PLTS 2 Mega Watt Jakabaring ini menggunakan 5.248 modul polycrystaline yang mampu menghasilkan hingga 2.000 kilowatt, setelah melalui pengolahan, listrik yang dihasilkan di jual pad pihak PLN.

“Bila di rupiahkan, PLTS ini sebulan di angka Rp 120 sampai Rp 130 juta per bulan,” tandasnya.

Di lain itu, Manager Komunikasi PT PLN (Persero) UID S2JB, Iwan Arisaetyadhi menegaskan bila PLTS Jakabaring ini,

tidak hanya menjadi solusi ramah lingkungan, PLTS 2 MW Jakabaring juga memperkuat pasokan listrik di wilayah perkotaan Palembang. Energi yang dihasilkan dari pembangkit ini tidak menghasilkan limbah berbahaya, sehingga menjadi alternatif ideal bagi pengembangan energi hijau di Indonesia.

“Di tahun 2025 pemerintah menargetkan 30 persen, untuk pengembangan energi bersih. Di Sumsel sudah mencapai angka diatas 30 persen,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang
Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp
Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus
Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang
Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober
Ditagih Utang Rp400 Ribu, IRT Mengaku Dicengkeram dan Dipukul Gagang Sapu
Cemburu Mantan Pacar, AG Bacok JC dan Bawa Kabur Avanza
Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Salurkan Bantuan Lewat Program Mengetuk Pintu Langit
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober

Berita Terbaru