Nama: Zahkira Dwi Ariana
NIM : PO7124126028
Prodi : D3 Kebidanan
Menjadi Pribadi Berkarakter Melalui Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila
Sejak kecil, saya telah dikenalkan pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam bersikap dan bertingkah laku. Seiring bertambahnya usia, saya semakin memahami bahwa Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilainya menjadi pedoman dalam membangun sikap yang baik, bertanggung jawab, dan menghargai sesama manusia.
Nilai ketuhanan menjadi bagian penting dalam kehidupan saya. Saya percaya bahwa setiap usaha harus diawali dengan doa dan diiringi rasa syukur. Dalam menjalani aktivitas perkuliahan yang padat, saya berusaha untuk tetap sabar, ikhlas, dan percaya bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan memberikan hasil yang baik. Sikap tersebut membuat saya lebih tenang dalam menghadapi berbagai tantangan.
Sebagai mahasiswa kebidanan, saya menyadari bahwa profesi bidan tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter yang baik. Seorang bidan akan berhadapan langsung dengan ibu, bayi, dan keluarga sehingga dibutuhkan sikap ramah, sabar, peduli, dan penuh tanggung jawab. Menurut saya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan Pancasila yang harus dijadikan dasar dalam menjalankan profesi maupun kehidupan pribadi.
Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui hal-hal sederhana tetapi bermakna. Saya berusaha menghormati orang lain, bersikap sopan dalam berbicara, serta membantu siapa pun yang membutuhkan. Di lingkungan perkuliahan, saya juga belajar untuk bekerja sama dengan teman, mendengarkan pendapat orang lain, dan tidak bersikap egois. Bagi saya, menghargai perbedaan merupakan salah satu wujud nyata dalam menciptakan kehidupan yang harmonis.
Selain itu, saya juga belajar untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan dalam diri. Sebagai calon bidan, saya ingin mampu memperlakukan setiap pasien dengan adil tanpa membedakan status sosial, suku, agama, maupun latar belakangnya. Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan yang baik dan layak. Dari hal tersebut, saya belajar bahwa empati dan kepedulian merupakan hal yang sangat penting, baik dalam dunia kebidanan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Saya juga berusaha menjaga persatuan dengan tidak mudah terpecah hanya karena adanya perbedaan pendapat. Dalam berdiskusi maupun bekerja kelompok, saya belajar untuk mengutamakan musyawarah dan mencari keputusan terbaik bersama. Saya memahami bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk bertengkar, melainkan kesempatan untuk saling melengkapi dan menemukan solusi yang lebih baik.
Bagi saya, mengamalkan Pancasila berarti membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik, bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi juga sebagai calon tenaga kesehatan. Saya ingin tumbuh menjadi bidan yang profesional, beretika, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat. Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah kehidupan, saya berharap dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain serta turut berkontribusi dalam membangun generasi yang berkarakter.







