BPBD Gencarkan Modifikasi Cuaca Malam Hari

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kebakran Hutan dan Lahan di wilayah Ogan Komering Ilir, Sumsel. Foto: Mangga Agni

Caption: Kebakran Hutan dan Lahan di wilayah Ogan Komering Ilir, Sumsel. Foto: Mangga Agni

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Lonjakan titik panas (hotspot) di Provinsi Sumatera Selatan meningkat tajam dari sebelumnya 449 titik menjadi 600 titik.

 

Kepala BPBD Sumsel, Muhammad Iqbal Alisyahbana menyampaikan jika peningkatkan hotspot secara signifikan ini dipicu oleh cuaca ekstrem seiring masuknya fenomena El Nino pada level sangat kuat di wilayah Sumsel.

 

“Analisisnya yang pertama karena pengaruh cuaca. Ini kan El Nino kita sudah masuk di fase level sangat kuat, jadi otomatis kekeringan,” ujar Iqbal Alisyahbana, Rabu (26/8/2026).

 

Iqbal menegaskan bahwa tingginya jumlah hotspot hasil pemantauan sistem tidak serta-merta menunjukkan jumlah titik api atau kebakaran aktif di lapangan.

* Hotspot: Indikasi suhu panas pada suatu kawasan yang mengalami kekeringan tinggi.

* Fire Spot: Lokasi yang sudah terkonfirmasi mengalami kebakaran hutan dan lahan secara riil.

 

“Hotspot itu akan terjadi ketika daerah itu yang pertama kering, lalu jadi panas. Namun, titik hotspot belum tentu fire spot,” jelasnya.

 

Guna memitigasi kekeringan yang kian parah, BPBD Sumsel kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama lima hari terhitung sejak Sabtu.

 

Berbeda dari skema sebelumnya, penyemaian bahan semai awan kini diperluas hingga malam hari berkat kolaborasi bersama BNPB dan Lanud setempat.

 

Operasi pemadaman dan mitigasi karhutla di Sumsel saat ini didukung oleh kekuatan armada udara dan darat:

* Helikopter Water Bombing: 6 unit beroperasi aktif.

* Helikopter Patroli: 2 unit beroperasi aktif.

* Helikopter Tambahan: 1 unit dalam pengiriman dan diperkirakan tiba pada 27 Agustus 2026.

 

“Mulai hari ini kalau bisa siang, siang. Kalau bisa malam, malam, yang mana ada potensi awan akan dilakukan OMC,” tegasnya.

 

Selain penguatan tim satgas darat, udara, dan satgas penegakan hukum, BPBD Sumsel turut menggiatkan sosialisasi serta pendekatan spiritual melalui satgas doa dalam menghadapi musim kemarau panjang.

 

Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap penggunaan api di area rawan karhutla.

 

“Penanganan terus kita perkuat, baik itu darat, udara maupun satgas-satgas yang lain,” pungkasnya.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel
Sidang Kasus iPhone Ilegal Kembali Tertunda, Terdakwa Absen dan JPU Belum Siap
Viral Pengendara Tak Pakai Helm, Mau Ditilang Malah Pura-Pura Menangis
Stylo Sound Ride, Satukan Gaya dan Musik Komunitas Honda
Diduga Jadi Korban KDRT Berulang, IRT di Palembang Lapor Polisi
Dua Kali Digerebek, Pelaku Pengeroyokan Satpam Akhirnya Menyerahkan Diri
Gelar Aksi di Ampera, EcoVoice Desak Evaluasi Tata Kelola SDA dan Penindakan Perusahaan Terindikasi Karhutla
Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Viral Pengendara Tak Pakai Helm, Mau Ditilang Malah Pura-Pura Menangis

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Stylo Sound Ride, Satukan Gaya dan Musik Komunitas Honda

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Diduga Jadi Korban KDRT Berulang, IRT di Palembang Lapor Polisi

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Dua Kali Digerebek, Pelaku Pengeroyokan Satpam Akhirnya Menyerahkan Diri

Berita Terbaru

Foto saat gubernur Sumsel H. Hermanderu menghadiri acara Perayaan HUT OKI ke-81 di rapat paripurna DPRD OKI

Ogan Komering Ilir

HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla

Senin, 12 Okt 2026 - 20:48 WIB