SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Duel maut kembali terjadi dan menelan korban jiwa. Kali ini dilakukan dua orang pemuda. Belum diketahui pasti di mana tempat kejadian perkara. Namun akibat peristiwa ini FFS (18), harus meregang nyawa.
Informasi yang dihimpun, peristiwa duel ini terkuak, berawal saat ibunya, yakni Neti, mendapatkan kabar, bawa korban sudah berada di rumah sakit RS Siti Khadijah, pada Senin (7/8/2023), sekitar pukul 00.30 WIB.
Dikabarkan, korban diantar ke RS Siti Khadijah oleh rekan-rekan ya, dan diantar sebatas pintu luar IGD RS Siti Khadijah, dalam keadaan luka tusuk pada dada kiri.
Kemudian korban dilakukan pemeriksaan oleh saksi perawat di RS tersebut. Sekitar pukul 04.30 WIB, korban pun dinyatakan meninggal dunia.
“kami mendapatkan kabar dari seorang perawat yang menelepon saya, mengabarkan anak saya berada di RS Siti Khadijah dan sudah meninggal dunia karena mengalami luka tusuk di dada,” kata Neti, ibu korban kepada petugas kepolisian, saat mendatangi kediaman rumah duka.
Neti mengatakan, dirinya tidak tahu persis permasalahan pada anaknya. “Saya tidak tahu, apakah anak saya ada masalah atau tidak. Pergi dari rumah pun saya tidak tahu. Biasanya anak saya ada di rumah jika tidak ada pekerjaan,” ungkap warga Jalan Kopral Urif Loroang Sirag Kampung, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju Darat Palembang ini.
Neti pun berharap, kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa yang membuat anaknya meninggal dunia. “Saya harap pelaku ditangkap dan di hukum setimpal atas perbuatannya,” tutur Neti dengan mata memerah dan menangis atas kepergian anaknya.
Di tempat yang sama, Dela (16), teman dekat korban, mengatakan terakhirnya dirinya berkomunikasi dengan FFS, pada Minggu (6/8/2023), sekitar pukul 20.00 WIB, melalui pesan WhatsApp (WA). Saat itu korban mengirimkan pesen hendak melakukan gladi sebelum tawuran.
“Korban sempat kirim pesen lewat WA, dia mengatakan hendak gladi sebelum tawuran 1 vs 1 lawan Gulga area,” kata Dela, seperti pesan WA yang diberikan korban kepadanya.
Lalu, lanjut Dela, korban juga meminta doakan kepadanya, dan jika dirinya mengalami luka tolong besuk dirinya. “Korban juga WA saya meminta besuk jika dirinya luka, “Man Aku luko Besok Aku e”, itulah isi pesan terakhirnya. Setelah itu aku tidur,” ungkap Dela yang sudah satu tahun dekat dengan korban.
Lalu pada Senin (7/8/2023), sekitar pukul 02.00 WIB, sambung Dela, dirinya mendapatkan kabar bahwa FFS sudah berada di RS Siti Khadijah, dengan mengalami luka tusuk di dada.
“Saya juga mendapatkan telepon dari seorang perawat rumah sakit mengatakan korban meninggal dunia,” katanya.
Ketika ditanya apakah malam itu dirinya sempat melarang korban, jawab Dela, dirinya sempat melarang, namun korban tetap pergi. “Sudah saya larang, namun korban tetap pergi,” ungkapnya.
Pantauan di rumah duka, terlihat pelayat satu per satu pun datang ke rumah korban, mulai dari kerabat, teman dan tetangga turut mengucapkan duka cita atas kepergian FFS.
“Orang pendiam dan mudah bergaul dengan teman-teman sebaya. Kami juga tidak menyangka korban meninggal dunia. korban juga bukan pelajar lagi dan sudah tamat sekolah,” ungkapnya.
Informasi yang dihimpun, peristiwa duel maut ini pun sempat disiarkan secara live di Instagram Tim kacau.Plg dan vulga.area. dengan durasi 49 detik.
Sementara, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono, melalui Kapolsek IB I, Kompol Ginanjar Aliya Sukmana, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun untuk TKP dan pelakunya masih dalam penyelidikan.
“Masih kita dalami dan dilakukan penyelidikan mendalam,” terangnya. (ANA)

















